Pembukaan lahan di hutan dan diganti menjadi ladang sawit lebih banyak memberikan kerugian dari pada manfaat untuk rakyat.
“Ini semua ngebuktiin realita yang udah jelas di depan mata. Deforestasi dan ekspansi hanya memperkaya segelintir pebisnis,” ujarnya.
Ketika bencana banjir datang akibat deforestasi, rakyat lah yang harus menanggung kerugiannya.
“Sementara rakyat tetap terjebak di kelas ekonomi bawah, dengan sekolah rusak, fasilitas kesehatan lumpuh, dan desa-desa yang nggak pernah tersentuh pembangunan,” lanjutnya.
Wanita 32 tahun ini menjelaskan jika hanya yang punya kewenangan saja yang bisa membuat kebijakan publik demi mencegah kerusakan yang lebih masif.
“Nggak semua orang punya otoritas untuk bikin kebijakan publik yang bisa menghentikan kerusakan ini. Hanya yang berkuasa yang bisa, dan mereka belum melakukan hal krusial ini,” ungkapnya.
Kepekaan yang hilang akan penderitaan orang lain begitu dirasakan di musibah banjir di Sumatra ini.
“Kok bisa empati hilang sedalam ini? Kenapa masih banyak yang begitu tone deaf (tidak peka) terhadap penderitaan orang lain?” tanyanya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Mengaku Memiliki Hubungan yang Paling Serius Dengan Ary Vasco, Cinta Laura Bagi Rahasia Kapan Akan Menikah
Momen Haru dan Bahagia, Cinta Laura Rayakan Ulang Tahun ke-75 Sang Ayah di Bali dengan Pesan Penuh Makna dan Doa Warganet
Potret Ulang Tahun ke-4 Kenzo Bareng Baim Wong, Ada Luna Maya hingga Cinta Laura Ikut Hadir Meramaikan, Paula Verhoeven Absen?
Curhatan Cinta Laura yang Dihantui Rasa Bersalah Gegara Jarang Temui Sang Ayah, Ungkap Harapan Ini
Sudah 3 Tahun Pacaran, Ini Jawaban Tak Terduga Arya Vasco Saat Disinggung Soal Rencana Menikah dengan Cinta Laura