Kamis, 4 Juni 2026

Prihatin dengan Bencana yang Menimpa Sumatera, Cinta Laura: Deforestasi dan Ekspansi Hanya Memperkaya Segelintir Pebisnis

Photo Author
Nurul Olivia Ulfa, Sketsa Nusantara
- Rabu, 10 Desember 2025 | 21:30 WIB
Cinta Laura merasa prihatin dengan bencana yang melanda Sumatra, sebut bahwa deforestasi dan ekspansi hanya memperkaya segelintir pebisnis. (Instagram/claurakiehl)
Cinta Laura merasa prihatin dengan bencana yang melanda Sumatra, sebut bahwa deforestasi dan ekspansi hanya memperkaya segelintir pebisnis. (Instagram/claurakiehl)


SketsaNusantara.id - Aktris dan penyanyi Cinta Laura Kiehl menyampaikan rasa keprihatinannya atas bencana banjir dan longsor di Sumatra.

Wanita yang aktif di kegiatan sosial ini juga menyinggung pernyataan pemerintah terkait ladang sawit yang diagung-agungkan keberadaannya.

Hal ini disampaikan oleh Cinta melalui akun Instagram @claurakiehl pada 10 Desember 2025 seperti penelusuran tim SketsaNusantara.id.

Baca Juga: Datang ke Papua, Cinta Laura Ambil Pelajaran Berharga Ini: Kita Punya Privilege Setiap Hari

Cinta sempat menyentil statement pemerintah yang menyebut bahwa kelapa sawit sebagai karunia.

“Saat rakyat tenggelam yang keluar bukan empati, tapi kalimat manis tentang ‘karunia sawit’?” tanya Cinta dikutip oleh tim redaksi.

Selama ini, komoditas sawit diagung-agungkan keberadaannya karena dianggap menjadi bahan baku untuk beberapa kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga: Cinta Laura Tak Menyangka Akan Menjadi Bintang LUX dan Tampil di Panggung Sebesar Jakarta Fashion Week 2026

“Kalau komoditas seperti sawit dianggap ‘karunia’, kenapa yang nikmatin hanya segelintir?” katanya.

Padahal, banjir yang melanda Sumatra telah menimbulkn kerugian yang begitu besar hingga triliunan rupiah.

“Banjir di Sumatra menghasilkan kerugian ekonomi Rp68,67 triliun, hampir 0,3 persen dari GDP Indonesia,” lanjutnya.

Bahkan Cinta menyampaikan fakta bahwa kerugian dari bencana ini lebih besar dari pada pendapatan dari komoditas sawit.

“Kerugiannya aja hampir Rp2,04 triliun, 30 kali lipat lebih besar dari pada pendapatan tahunan sawit dan tambang yang nilainya Rp68 miliar,” imbuhnya.

Padahal, kekayaan sumber daya alam di Sumatra hanya dinikmati segelintir orang saja dan bukan untuk rakyat.

“Walaupun Sumatra penuh sawit dan tambang, rakyat nggak pernah benar-benar merasakan manfaatnya,” sambungnya.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X