Ketoprak adalah seni pertunjukan teater yang berasal dari Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Pada mulanya ketoprak hanya bisa disaksikan oleh kalangan keraton, namun seiring perkembangannya seni pertunjukan ini bisa dinikmati oleh masyarakat umum.
Cerita yang diangkat pada pementasan ketoprak adalah legenda Jawa dan dialog yang digunakan pun menggunakan bahasa Jawa.
3. Lenong
Lenong adalah kesenian teater tradisional yang biasa dipentaskan menggunakan bahasa betawi dan lebih dikenal dengan sebutan lenong betawi.
Pertunjukan lenong biasa diiringi dengan kesenian Gambang Kromong dengan alat-alat musik yang memiliki unsur Tionghoa seperti tehyan, kongahyan, dan sukong.
Cerita yang dibawakan oleh Lenong berkisar pada cerita sehari-hari dan dibawakan secara apik dan menghibur.
4. Mendu
Mendu adalah seni teater tradisional yang berasal dari Desa Sengkubang, Pontianak, Kalimantan Barat.
Kesenian ini biasa membawakan cerita tentang dongeng dan legenda tanpa skenario tertulis.
Bahasa yang digunakan pada Mendu adalah bahasa Melayu sehingga pertunjukan memiliki ciri khas yang menarik.
5. Dulmuluk
Dulmuluk berasal dari Palembang, Sumatra Selatan dan hanya diperankan oleh kaum laki-laki.
Meski terdapat tokoh perempuan pada alur cerita teater, kaum laki-laki tetap menjadi pemerannya.
Keunikan lain dari teater ini adalah dialog yang digunakan berbentuk pantun atau syair.
Artikel Terkait
Pasar Wiguna Yogyakarta: Tempat Belanja Karya Seni Lokal dan Kuliner Sehat dengan Konsep Eco Culture Unik
Menengok Usaha Kreatif: IRT di Jember Sukses Pasarkan Karya Seni Rajutan Boneka Amigurumi
Tiga Fakta Unik Museum Telu di Jember yang Memiliki Benda Bernilai Seni Berusia Ratusan Tahun Lamanya
Kiesha Alvaro Ingin Ikuti Jejak Politik Pasha Ungu Sambil Jalani Karier Seni dan Rencana Nikah Muda
7 Fakta Wayang Thengul, Seni Pertunjukan Khas Bojonegoro Jawa Timur yang Berusia Hampir 100 Tahun, Sejarah hingga Asal Usul Nama