"Duit pajak kita ada yang dipake buat sewa buzzer, kalian rela? Kita kawal terus karena kita berhak atas transparansi pemakaian uang pajak kita!! Sudah saatnya kita sadar," tandasnya.
YouTuber asal Surabaya itu juga berpesan agar agency tak menerima kerjasama dengan oknum untuk membela pemerintah apalagi menyumbangkan kepentingan rakyat.
"Dear agency dan KOL, aku mohon untuk kali ini, jangan mengorbankan rakyat buat kepentingan kalian sendiri. Semua susah lagi, kita berjuang bersama, yah? Tolong," pesannya.
Postingan Jerome pun seketika jadi sorotan. Publik menduga beberapa lembaga pro pemerintah tampaknya tengah mencari cara untuk meredam kemarahan publik atas tragedi Affan Kurniawan.
Driver ojol yang sedang bertugas mencari nafkah itu, meninggal dunia secara tragis setelah terlindas mobil rantis Brimob Polri saat demo buruh di depan Gedung DPR RI pada hari Kamis, 28 Agutus 2025 lalu.
Tindakan Jerome yang menolak tawaran mentah-mentah jadi buzzer mendapat apresiasi. Banyak juga rekan artis dan influencer yang mulai aktif bersuara dan memuji Jerome yang tertarik dengan tawaran menggiurkan.
“Terima kasih sudah angkat bicara,” komentar Kalis Mardiasih, aktivis dan influencer yang vokal menyuarakan kritik dan isu sosial terkait hak-hak perempuan.
"Hati nurani kami gak bisa dibeli," komentar akun @ngomonginuang. "Capek kerja, susah cari uang buat bertahan hidup ditambah buat bayar pajak, eh duitnya dipake buat bayar buzzer... gws buat negara ini," komentar akun @abelgdn.
"Miris, jadi gini cara pemerintah meredam kemarahan publik? bukannya bebenah malah rekrut buzzer. Makasih Jerome yang sudah aktif bersuara, kita wajib kawal terus, gws Indonesia!" komentar netizen lainnya.
Jerome Polin memang di belakangan ini aktif menyuarakan isu sosial. Ia juga menyoroti ikut tragedi Affan Kurniawan dan mengkritik kelakuan anggota DPR RI yang dinilai semakin semena-mena terhadap rakyat.
"Rakyat ditabrak pake mobil yang dibeli pake pajak rakyat. Rakyat yang ingin menyampaikan aspirasi malah ditindas oleh pihak yang gajinya dari uang pajak rakyat," tuturnya.
“Wakil rakyat yang seharusnya mendengarkan keluhan rakyat, malah WFH (work from home) di hari demo, semena-mena ngatain rakyat 'tolol', ironis, sedih sekali,” tutupnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari S ketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
TNI AL Anggarkan Pengadaan Buzzer Sebesar Rp 100 Miliar, Setelah Viral Hapus Kata 'Buzzer' Dalam Pengadaannya, Hilangkan Jejak Digital?
Terungkap Anggaran untuk Buzzer Capai Rp100 Miliar, Baskara Putra Singgung Soal Pajak yang Dibayarkan Masyarakat: Sakit Hati Banget!
Fedi Nuril Kritik Prabowo soal Demo Bayaran, Skakmat Buzzer Lewat Video Bagi-Bagi Bansos Cari Dukungan RUU TNI, Netizen Beberkan Fakta Mengejutkan!
Bongkar Kasus Ijazah Palsu! Amien Rais Desak Prabowo Turun Tangan dan Adili Jokowi di Persidangan: JKW Membiayai Buzzer
Jerome Polin Soroti Ucapan Sri Mulyani Soal Gaji Para Tenaga Pendidik: Orang Pintar Mana Mau Jadi Guru
Publik Geleng-Geleng, Jerome Polin Pertanyakan Tunjangan Beras Rp12 Juta: Ini Bisa Buat Makan Satu Kampung