Kamis, 4 Juni 2026

Syok! Jerome Polin Beri Pesan Menohok Usai Dapat Tawaran Jadi Buzzer Pro Pemerintah dengan Honor Fantastis: Mending Buat Naikin Gaji Guru

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 30 Agustus 2025 | 06:15 WIB
Potret Jerome Polin yang menolak tawaran jadi buzzer pro pemerintah meski diiming-imingi honor fantastis,  sebut uang rakyat lebih baik digunakan untuk kesejahteraan guru di Indonesia (Instagram/jeromepolin)
Potret Jerome Polin yang menolak tawaran jadi buzzer pro pemerintah meski diiming-imingi honor fantastis, sebut uang rakyat lebih baik digunakan untuk kesejahteraan guru di Indonesia (Instagram/jeromepolin)

SketsaNusantara.id - Jerome Polin belum lama ini kejutkan publik usai mengaku dapat tawaran jadi buzzer politik dengan fee atau honor fantastis.

Melalui akun Instagram pribadinya, YouTuber dan influencer pendiri perusahaan manajemen Mantappu Corp ini dapat menawarkan untuk mengunggah konten pro pemerintah.

Tak tanggung-tanggung kehormatan yang ditawarkan cukup menggiurkan hingga mencapai 150 juta. Namun, Jerome Polin menolak dan sama sekali tidak tertarik dengan tawaran tersebut.

Baca Juga: Jerome Polin Ungkap Kepedihan atas Tragedi Tewasnya Driver Ojol yang Dilindas Rantis Brimob pada Demo 28 Agustus 2025

Menurutnya, fee buzzer yang diambil dari pajak yang menyediakan rakyat itu bisa digunakan untuk menaikkan gaji guru dan meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidikan (tendik) yang masih kurang diperhatikan di Indonesia.

"Nih, aku tumpah. Ada tawaran biaya 150 juta untuk jadi buzzer. Uang rakyat dipake buat bayar buzzer per orang 150 juta," ungkap Jerome dikutip SketsaNusantara.id dari unggahan akun Instagram @jeromepolin pada hari Jumat, 29 Agustus 2025.

"Bayangin kalo 1 post (konten) kalo dipake buat naikin gaji guru per orang 10 juta, udah bisa bikin 15 guru hidup sejahtera selama sebulan," imbuhnya.

Baca Juga: Jerome Polin Soroti Akar Masalah Pendidikan Indonesia dengan Menekankan Kesejahteraan Guru

Dalam unggahannya, Jerome Polin membeberkan tangkapan layar kesepakatan untuk membuat konten "Ajakan Damai Indonesia" yang akan diunggah serentak pada 1 September 2025 mendatang.

Konten tersebut berisi "ajakan damai dari pemerintah, DPR, brimob, ojol, dan masyarakat" dengan hastag, sound hingga isi teks sesuai dengan arahan yang ditentukan.

Menyanggapi hal ini, Jerome Polin mengkritik keras dan memberikan pesan menohok pada oknum yang menggunakan agency dengan bantuan KOL (Key Opinion Leaders) untuk menciptakan narasi "pencitraan" mendukung pemerintah, padahal kondisi Indonesia sedang tidak baik-baik saja.

Baca Juga: Sampaikan Rasa Duka atas Wafatnya Affan Kurniawan di Demo Jakarta, KPI Ajak Media Junjung Profesionalisme dan Informasi Akurat

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus bersuara dan menuntut transparansi pemakaian uang pajak rakyat karena bisa disalahgunakan untuk hal-hal yang tidak seharusnya.

"Uang rakyat dipake buat bikin narasi-narasi pencitraan seolah semua baik-baik saja. Jangan sampai lengah, jangan terpecah belah," tulis Jerome.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: Instagram @jeromepolin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X