Dalam pengakuannya, dr. Tirta menekankan bahwa capaian ini tak lepas dari peran keluarga, pelatih, serta tim yang selalu mendukung.
Dokter Tirta menuturkan bahwa ia melakukan latihan secara tersembunyi dengan porsi yang cukup intens. Ia bahkan memilih untuk memprivasi akun Strava miliknya agar tidak terganggu, sekaligus bisa tetap membagi waktu antara keluarga, anak-anak, dan pekerjaannya.
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pelatihnya, Mas Latif, yang dianggapnya bukan hanya sekadar coach, melainkan juga sahabat dan motivator utama.
Lebih jauh, dr. Tirta menegaskan bahwa setiap orang berhak untuk bangkit meskipun pernah gagal. Semangat itu ia suarakan dengan penuh keyakinan.
“Ini membuktikan bahwa aku fail satu kali, tapi aku akan bangkit seribu kali. Mentalitaku soal rendah-rendahan air, aku gabisa menang, tapi soal ngotot-ngototan untuk memperjuangkan apa yang sudah aku target, itu mentalita citot,” tegas dr. Tirta.
Pesan ini menjadi inspirasi bagi banyak orang, khususnya mereka yang tengah berjuang menghadapi tantangan di bidang apa pun.
Keberhasilan ini juga menjadi modal berharga untuk persiapan dr. Tirta menuju ajang berikutnya, termasuk Berlin Marathon yang akan ia ikuti. Dengan torehan waktu half marathon di bawah dua jam, peluang untuk menembus target sub-4 pada full marathon kini semakin terbuka lebar.
“Kalau aku bisa HMT di bawah 1 jam 55, ya 1jam 52, 1 jam 54. It means prediksinya Mas Latif buat FM Berlin ku itu akan berubah. jadi aku bisa mengejar sub-4. Artinya daya tahan fisikku bisa dikasih load untuk nahan threshold yang lebih panjang,” kata dr.Tirta penuh optimisme.
Sebagai figur publik, dr. Tirta tak hanya dikenal lewat kiprahnya sebagai dokter dan aktivis sosial, tetapi juga sebagai sosok yang berkomitmen penuh terhadap gaya hidup sehat. Perjalanannya dari kegagalan hingga mencapai personal best kali ini menjadi bukti nyata bahwa ketekunan, disiplin, dan semangat juang bisa membawa hasil yang memuaskan.
“Semoga bisa menjadi inspirasi kawan-kawan di bidang apa pun. Jangan pernah menyerah. Tetap ngotot, tetap ngeyel,” tulis dr. Tirta dalam unggahan terbarunya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Sindir Coach Justin, Dokter Tirta Respons Soal Kekalahan Indonesia yang Disebut Butuh Proses, Tantang Patrick Kluivert Jika Timnas Kalah dari Bahrain
Andre Rosiade Tuding Ada Pemain Timnas Pura-Pura Cidera hingga Sebut Bukti Hasil MRI, dr. Tirta: Data Pasien Itu Bersifat Privat
Makanan yang Dibakar Bisa Memicu Kanker, Dokter Tirta Berikan Tips Aman Konsumsi Menu Bakaran tanpa Mengabaikan Resiko Kesehatan
Geger Residen PPDS Anestesi Diduga Lakukan Kekerasan Seksual pada Penunggu Pasien di RSHS Bandung, Dokter Tirta: Ini Memalukan Sepanjang Sejarah PPDS!
Bupati Jombang Tegaskan Komitmen Swasembada Air: Perumdam Tirta Kencana Jadi Ujung Tombak Pelayanan Publik