Kamis, 4 Juni 2026

Amel Carla Beri Nilai 3 dari 10 untuk Film Merah Putih One For All, Kritik Pedasnya Picu Amarah Netizen

Photo Author
Nurul Huda, Sketsa Nusantara
- Selasa, 19 Agustus 2025 | 20:30 WIB
Amel Carla saat memberikan review jujur terhadap film Merah Putih One For All yang kini ramai diperbincangkan.  (Tiktok/amelcarla)
Amel Carla saat memberikan review jujur terhadap film Merah Putih One For All yang kini ramai diperbincangkan. (Tiktok/amelcarla)

 

SketsaNusantara.idFilm animasi Merah Putih One For All kembali mencuat ke publik setelah resmi tayang di sejumlah bioskop pada 14 Agustus 2025.

Namun, alih-alih menuai apresiasi luas, film ini justru menjadi bahan perbincangan hangat karena kritik yang datang bertubi-tubi. Bahkan, beberapa bioskop dikabarkan membatalkan penayangannya akibat banyaknya protes publik terkait kualitas animasi yang dianggap kurang memadai.

Sejak cuplikan perdana ditayangkan, gelombang kritik mengenai kualitas visual Merah Putih One For All mulai bermunculan. Tidak sedikit warganet yang membandingkannya dengan standar animasi luar negeri maupun produksi lokal yang dianggap lebih rapi dan matang.

Baca Juga: Voice Actor Billy Valentino Ungkap Tidak Transparannya Informasi di Balik Film Merah Putih One For All

Sorotan tajam pun muncul kembali setelah aktris muda Amel Carla mengunggah video review jujur mengenai film tersebut.

Dilansir SketsaNusantara.id dari unggahan video Tiktoknya @amelcarla, Amel dengan gaya santai dan apa adanya memberikan penilaian hanya 3 dari 10 untuk film Merah Putih One For All.

“Menurut gue nilainya adalah 3 out of 10, dan gue punya alasannya,” ungkap Amel. Ia menjelaskan bahwa penilaian tersebut bukan sekadar asal kritik, melainkan berdasarkan pengamatannya sebagai pecinta film animasi.

Baca Juga: Sams Studio Nekat Tetap Tayangkan Merah Putih One For All di Tengah Gelombang Hujatan Netizen dan Sorotan Soal Kualitas Animasi

Amel menyebutkan beberapa poin kelemahan, mulai dari alur cerita yang kurang realistis, animasi 3D yang minim detail pencahayaan, hingga terlalu banyak penggunaan shot close up yang justru mengurangi kualitas visual.

“Menurut gue, 90% dari animasi ini shotnya adalah close up, bahkan kadang wajah karakternya sampai kepotong,” ujarnya dalam review tersebut.

Tak hanya itu, Amel juga menyoroti teknis audio yang dinilainya kurang maksimal. Beberapa dialog terdengar samar, sementara efek suara dan musik terasa terlalu dominan.

“Walaupun lagunya enak, tapi guni banget. Kita nonton di bioskop biasa aja, serasa IMAX,” tambahnya.

Meski begitu, Amel tetap memberikan apresiasi pada momen penutup film yang menurutnya cukup berkesan. Ia menyebut adegan ketika seluruh penonton berdiri menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama-sama sebagai bagian yang paling menyenangkan.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X