Irene menjelaskan bahwa dirinya telah memberikan saran dan masukan terhadap film tersebut.
“Saya sendiri menerima audiensi tim produksi film beberapa waktu yang lalu di mana saya menyampaikan beberapa masukan,” jelasnya.
Irene juga telah memberikan masukannya terkait kualitas film seperti karakter, penokohan, dan lain-lain atas film ‘One for All’.
“Termasuk yang technical terkait cerita karakter, looks and feels, trailer, dan lain-lain,” sambungnya.
Irene juga berusaha untuk memberikan umpan balik kepada setiap pelaku industri kreatif yang mengajukan hasil karyanya.
“Hal ini selalu saya lakukan di setiap audiensi dengan semua pihak supaya setiap audiensi saya bisa mendengar langsung dari pelaku industri dan memberikan feedback,” lanjutnya.
Menurut Irene, setiap pelaku industri kreatif bebas untuk berkreasi selagi itu memberikan dampak yang baik bagi masyarakat.
“Semua pejuang di industri kreatif itu bebas berkarya, selama memberi dampak positif,” tegasnya.
Irene juga mengaku bahwa Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) tidak memberikan dana sepeserpun untuk keperluan produksi dan promosi.
“Namun kami tidak memberikan bantuan finansial dan tidak memberikan fasilitas promosi,” tutup Irene.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Cinta Laura Kiehl dan Arya Vasco Berlibur ke Eropa, Mereka Bertemu Hewan Langka Hanya Ada di Slovenia
Kontroversi TKO Jefri Nichol Lawan El Rumi, Denny Sumargo Unggah Video Penjelasannya
IFG Luncurkan Kindness to Progress 2025, 25 Karyawan Jadi Agen Perubahan di Desa Ngabab Malang
Peluncuran Penulisan Ulang Sejarah Indonesia Siap Oktober-November 2025, 10 Jilid Buku dari Sukarno hingga Jokowi
Makna Tersembunyi 10 Defile Grand Carnival JFC 2025 yang Bikin Penonton Terpukau