Minggu, 19 Juli 2026

7 Fakta Menarik Raden Saleh, Maestro Legendaris Pelopor Seni Modern Indonesia, Karya Lukisannya Mendunia hingga Tampil di MV Jin BTS!

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Senin, 19 Mei 2025 | 19:00 WIB
Potret Radeb Saleh yang karyanya mendunia, lukisan 'Kebakaran Hutan' ikut tampil di MV terbaru penyanyi korea, Jin BTS (Instagram/mataramroyalblood)
Potret Radeb Saleh yang karyanya mendunia, lukisan 'Kebakaran Hutan' ikut tampil di MV terbaru penyanyi korea, Jin BTS (Instagram/mataramroyalblood)

Tak sampai di situ, Raden Saleh juga menimba ilmu di Jerman, Prancis, dan Aljazair, memperkaya wawasannya dengan gaya romantisme Eropa dan orientalisme.

Perjalanan ini membentuknya sebagai pelukis berpandangan global. Bahkan ia dijuluki "Manusia Modern" Jawa pertama yang memiliki pola pikir ala Barat.

Baca Juga: Terinspirasi dari Raden Saleh, Ini 3 Fakta Menarik Seragam Defile Kontingen Indonesia untuk Olimpiade Paris 2024

3. Pionir Seni Modern Indonesia Mengusung Perpaduan Gaya Romantisme Eropa dengan Jawa

Raden Saleh diakui sebagai pelukis pertama yang memadukan romantisme Eropa dengan elemen budaya Jawa, menjadikannya pionir seni modern di Hindia Belanda (sebutan Indonesia zaman dulu).

Lukisannya, seperti Penangkapan Pangeran Diponegoro yang dibuat pada tahun 1857, tidak hanya memukau secara estetika, tetapi juga sarat kritik sosial.

Dalam lukisan ini, ia menggambarkan Pangeran Diponegoro dengan raut tegas, kontras dengan versi pelukis Belanda Nicolaas Pieneman yang menunjukkan kepasrahan.

Baca Juga: Berlebihan dalam Mengkritik? Inilah Sosok Yos Suprapto Seniman Lukisan yang Pameran dan Karyanya Terancam Dibredel

Saleh sengaja mengubah perspektif dan detail, seperti kepala tokoh Belanda yang digambar lebih besar untuk memberikan kesan menyeramkan, sebagai bentuk kritik terhadap politik represif kolonial.

Karya ini mencerminkan idealisme kebebasan serta semangat nasionalismenya yang menentang penindasan dan mencerminkan keyakinannya pada idealisme kebebasan, bahwa setiap manusia berhak mendapatkan kemerdekaannya masing-masing.

4. Pernah Menikah Dua Kali dan Tinggal di Bogor

Pada 1867, Raden Saleh menikahi Raden Ayu Danudirja, seorang gadis ningrat keturunan Keraton Yogyakarta, setelah bercerai dari istri pertamanya, Constancia von Mansfeld.

Bersama Raden Ayu, ia pindah ke Bogor dan tinggal di rumah sewa dekat Kebun Raya Bogor dengan pemandangan Gunung Salak.

Pasangan ini sempat bepergian ke Eropa, namun Raden Ayu jatuh sakit di Paris dan wafat pada 31 Juli 1880. Penyebab kematian istri Raden Saleh belum diketahui hingga kini.

Baca Juga: Mengenal Sosok Raden Patah dan Bagaimana Peranannya dalam Penyebaran Agama Islam di Pulau Jawa

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: kemdikbud.go.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X