Minggu, 19 Juli 2026

Sambut Hari Buku Nasional dengan 4 Novel Lokal Legendaris yang Berpengaruh Besar dalam Industri Buku Indonesia

Photo Author
Dinzha Fairrana Atsir, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 17 Mei 2025 | 15:00 WIB
Rayakan Hari Buku Nasional dengan membaca beberapa buku legendaris karya penulis-penulis lokal. (Freepik/freepik)
Rayakan Hari Buku Nasional dengan membaca beberapa buku legendaris karya penulis-penulis lokal. (Freepik/freepik)

 

SketsaNusantara.id - Merayakan Hari Buku Nasional (Harbuknas) yang jatuh tiap tanggal 17 Mei tidak lengkap jika disambut tanpa gairah membaca, terutama kepada karya-karya penulis negeri.

Selain untuk meningkatkan kesadaran membaca dalam diri tiap orang, Harbuknas juga merupakan waktu yang dikhususkan untuk memperingati berdirinya Perpustakaan Nasional RI pada tahun 1980.

Dilansir SketsaNusantara.id dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pangkal Pinang, Harbuknas pertama kali dirayakan pada tahun 2002 oleh Abdul Malik Fadjar, mantan menteri pendidikan pada masa itu.

Baca Juga: Cocok Dibaca Saat Harbuknas 17 Mei 2025, Cek di Sini! 4 Karya Tulisan Milik Sastrawan Pramoedya Ananta Toer yang Melegenda Selain Buku Bumi Manusia

Harapannya, memperingati Harbuknas akan mendorong masyarakat untuk menghidupkan kembali industri buku di Indonesia yang meredup kala itu.

Oleh sebab itulah, SketsaNusantara.id akan memberikan beberapa rekomendasi buku-buku Indonesia yang karyanya berpengaruh untuk sastra maupun masyarakat sendiri.

Siapa tahu salah satunya bisa menaikkan semangatmu dalam membaca, terutama bagi pemula yang baru terjun ke dunia literasi.

Baca Juga: Pemuda Pancasila Disebut Menolak Nama Pramoedya Ananta Toer Jadi Nama Jalan di Blora, Singgung Soal Tokoh Radikal Kiri?

1. Bumi Manusia - Pramoedya Ananta Toer

Lebih dari sekadar novel biasa, kita tahu Bumi Manusia merupakan warisan Pramoedya Ananta Toer yang melegenda dan besar dampaknya bagi dunia kesastraan Indonesia.

Bahkan pada tanggal tahun 1995, dia menerima penghargaan Ramon Magsaysay Award kategori Journalism, Literature and Creative Communication arts.

Novel Bumi Manusia sendiri memberikan akses bagi para pembaca untuk mengintip seperti apa kehidupan pada abad ke-20 di mana kolonialisme masih mengakar di bumi pertiwi.

Baca Juga: Siapa Pramoedya Ananta Toer? Inilah Jejak Sastrawan Terbaik Indonesia dari Penjara ke Panggung Sastra Dunia

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X