SketsaNusantara.id - Merayakan Hari Buku Nasional (Harbuknas) yang jatuh tiap tanggal 17 Mei tidak lengkap jika disambut tanpa gairah membaca, terutama kepada karya-karya penulis negeri.
Selain untuk meningkatkan kesadaran membaca dalam diri tiap orang, Harbuknas juga merupakan waktu yang dikhususkan untuk memperingati berdirinya Perpustakaan Nasional RI pada tahun 1980.
Dilansir SketsaNusantara.id dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pangkal Pinang, Harbuknas pertama kali dirayakan pada tahun 2002 oleh Abdul Malik Fadjar, mantan menteri pendidikan pada masa itu.
Harapannya, memperingati Harbuknas akan mendorong masyarakat untuk menghidupkan kembali industri buku di Indonesia yang meredup kala itu.
Oleh sebab itulah, SketsaNusantara.id akan memberikan beberapa rekomendasi buku-buku Indonesia yang karyanya berpengaruh untuk sastra maupun masyarakat sendiri.
Siapa tahu salah satunya bisa menaikkan semangatmu dalam membaca, terutama bagi pemula yang baru terjun ke dunia literasi.
1. Bumi Manusia - Pramoedya Ananta Toer
Lebih dari sekadar novel biasa, kita tahu Bumi Manusia merupakan warisan Pramoedya Ananta Toer yang melegenda dan besar dampaknya bagi dunia kesastraan Indonesia.
Bahkan pada tanggal tahun 1995, dia menerima penghargaan Ramon Magsaysay Award kategori Journalism, Literature and Creative Communication arts.
Novel Bumi Manusia sendiri memberikan akses bagi para pembaca untuk mengintip seperti apa kehidupan pada abad ke-20 di mana kolonialisme masih mengakar di bumi pertiwi.
Artikel Terkait
Naskah Asli Dipinjam Sejak 2016, Adik Pramoedya Ananta Toer Colek Bupati Blora: Tidak Ada Niat Baik Amrih Widodo
9 Quotes Terbaik dari Tokoh untuk Caption Hari Sumpah Pemuda 2024 dari Pramoedya Ananta Toer hingga Jenderal Soedirman
Pesan Menohok Soesilo Toer Usai Viral Pembakaran Buku Najwa Shihab, Adik Pramoedya Ananta Toer Ungkit Masa Kelam Orde Baru
Perayaan 100 Tahun Pramoedya Ananta Toer: Sosok Sastrawan Pemberani dalam Melawan Ketidakadilan