Amalan sunnah yang dianjurkan adalah memperbanyak puasa selama bulan Rabiul Awal, terutama di hari Senin sebagai rasa syukur yang mengingatkan umat Islam pada hari kelahiran Rasulullah SAW.
Berikut sederet amalan yang dianjurkan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dan keutamaannya.
1. Memperbanyak Membaca Shalawat
Amalan yang selalu dianjurkan saat memperingati Maulid adalah membaca shalawat sebagai bentuk penghormatan, sekaligus ungkapan kecintaan seorang muslim kepada Rasulullah SAW. Anjuran bershalawat juga terdapat dalam Al-Qur'an.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Ahzab ayat 56 yang artinya:
"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya." (QS. Al-Ahzab: 56)
Momentum Maulid Nabi dapat menjadi kesempatan untuk membiasakan diri memperbanyak bacaan shalawat, baik secara pribadi maupun bersama-sama dalam majelis.
Selain sebagai bentuk penghormatan kepada Rasulullah, shalawat juga menjadi salah satu cara untuk menumbuhkan rasa cinta kepada Nabi Muhammad yang memiliki banyak keutamaan.
Rasulullah SAW bersabda:
"Barang siapa bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali kebaikan, dihapuskan darinya sepuluh kesalahan, dan diangkat baginya sepuluh derajat." (HR Ahmad)
2. Melaksanakan Puasa Sunah
Selain memperbanyak shalawat, umat Islam juga dapat mengisi bulan Rabiul Awal dengan puasa sunah terutama pada hari Senin.
Amalan tersebut dilakukan sebagai wujud rasa syukur atas kelahiran Nabi Muhammad SAW dan diturunkannya wahyu yang membimbing umat Islam menuju jalan yang benar.