SketsaNusantara.id - Baru-baru ini, media sosial dihebohkan dengan video yang memperlihatkan sekelompok pengunjung Taman Safari Indonesia (TSI) Bogor yang nekat turun dari mobil saat berada di area wisata.
Dalam video yang viral yang diunggah salah satu warganet pemilik akun Instagram @radendim, menunjukkan tiga anak kecil serta dua wanita dewasa keluar dari kendaraan Toyota Innova berplat F.
Sejumlah wisatawan tampak santai berjalan-jalan bahkan masuk sekitaran kandang satwa, meskipun terdapat papan peringatan yang jelas melarang pengunjung keluar dari kendaraan.
"Reaksi masuk Kebun Binatang. Aku hanya bisa melihat singa dari dalam mobil, tapi akamsi (anak kampung sini) pun sampe turun dan masuk ke Kandang, sungkem gak tuh?" begitulah yang tertulis dalam video yang diunggah akun Instagram @radendim pada hari Senin, 17 Februari 2025.
"Siapa pun kamu tetap harus mengikuti peraturan yang ada, apalagi di kebun binatang. Peraturan dibuat untuk dipatuhi agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan, bukan malah dilanggar yah teman-teman," pungkas akun tersebut.
Tindakan wisatawan yang nekat keluar mobil di Taman Safari Bogor pun jadi sorotan publik hingga menuai kritik tajam netizen.
Banyak warganet menyayangkan tindakan wisatawan yang nekat melanggar peraturan padahal tindakannya dianggap sangat berbahaya apalagi melanggar peraturan yang telah ditetapkan oleh pengelola Taman Safari.
Terkait hal ini, pengelola Taman Safari Indonesia akhirnya ikut buka suara. Pihaknya menyatakan bahwa pengunjung dalam video viral tak diberikan toleransi hingga diberikan sanksi tegas.
Alexander selaku Senior VP Marketing TSI menegaskan bahwa perilaku wisatawan yang nekat keluar mobil dilarang untuk datang lagi ke Taman Safari Indonesia.
Sebagai respons atas pelanggaran ini, pihak TSI mengambil langkah tegas dengan melarang para pelanggar untuk kembali berkunjung ke Taman Safari di masa mendatang.
Identitas kendaraan pun telah dicatat, dan sanksi ini diharapkan dapat menjadi pelajaran bagi pengunjung lain agar selalu mematuhi aturan demi keselamatan bersama.
Selain itu, sanksi tegas ini diberikan karena tindakan wisatawan yang sangat berbahaya dan fatal bahkan memicu wisatawan lain berbuat hal serupa jika diberikan toleransi.
"Kami menegaskan bahwa tindakan tersebut sangat berbahaya dan melanggar peraturan Taman Safari Indonesia," ujar Alexander pada hari Selasa, 18 Februari 2025.