news

Cerita Sukses Ethnic Gendhis UMKM Binaan BRI, Batik Tradisional Jadi Favorit Generasi Milenial dan Gen Z Menembus Pasar Tradisional

Minggu, 16 Februari 2025 | 11:04 WIB
Ethnic Gendhis, UMKM binaan BRI berhasil menembus pasar internasional. (Dok. BRI)

SketsaNusantara.id - Batik selama ini identik dengan pakaian formal dan tradisional. Namun, siapa sangka batik bisa menjadi tren di kalangan anak muda? Inilah yang dilakukan oleh Erna Suseno melalui Ethnic Gendhis, sebuah brand batik modern yang sukses menarik perhatian generasi milenial dan Gen Z.

Dibangun sejak 2018, Ethnic Gendhis bukan sekadar bisnis batik biasa. Lewat desain unik dan warna yang lebih segar, brand ini berhasil mengubah citra batik menjadi lebih kekinian.

“Saya merintis usaha Ethnic Gendhis ini sejak tahun 2018. Sebelumnya, saya bekerja sebagai seorang pegawai. Namun, karena saya tidak bisa meninggalkan keluarga, akhirnya saya memutuskan untuk pensiun dini dan mulai menekuni batik," kata Erna Suseno.

Baca Juga: Fokus Dukung UMKM, BRI Salurkan Rp1,110 Triliun Kredit dan Jaga Kinerja Stabil

Tidak hanya itu, Erna juga menggandeng anak-anak muda sebagai pengrajin untuk menciptakan motif yang lebih relevan dengan selera mereka.

Tak hanya menciptakan produk fashion, Ethnic Gendhis juga memperluas usahanya ke berbagai produk dekorasi rumah seperti sarung bantal, hiasan dinding, dan sajadah bermotif batik.

Dengan inovasi ini, batik tidak lagi terbatas pada pakaian, tetapi juga bisa menjadi bagian dari interior rumah yang estetik.

Baca Juga: Prestasi Terbaru BRI di Kancah Internasional, Masuk Jajaran Perusahaan Terbaik di Asia-Pasifik 2025 Versi Majalah TIME

Sejak awal membangun Ethnic Gendhis, Erna sudah menyadari bahwa tantangan utama adalah bagaimana membuat anak muda tertarik pada batik. Banyak generasi muda yang menganggap batik terlalu klasik atau hanya cocok untuk acara formal.

Untuk mengatasi hal ini, Ethnic Gendhis mengombinasikan motif batik tradisional dengan pola kontemporer yang lebih modern. Pemilihan warna-warna cerah dan desain yang eye-catching menjadi strategi utama agar batik bisa diterima oleh anak muda.

Selain itu, pandemi menjadi titik balik bagi Ethnic Gendhis dalam hal pemasaran. Erna menyadari pentingnya pemasaran digital untuk meningkatkan penjualan.

Baca Juga: BRI Raup Laba Rp60,64 Triliun di 2024, UMKM Tetap Jadi Prioritas Utama

Sejak saat itu, ia lebih aktif menggunakan platform online untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Kesuksesan Ethnic Gendhis tidak lepas dari peran BRI yang terus mendukung perkembangan UMKM di Indonesia.

Halaman:

Tags

Terkini