AgenBRILink memungkinkan masyarakat di daerah terpencil untuk mengakses layanan perbankan tanpa harus datang ke kantor cabang. Dengan sistem sharing fee, program ini tidak hanya mempermudah transaksi keuangan, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat sebagai agen layanan keuangan.
Sepanjang 2024, volume transaksi yang diproses melalui AgenBRILink mencapai Rp1.583 triliun. Angka ini menunjukkan tingginya kebutuhan akan layanan perbankan digital yang lebih mudah diakses, terutama bagi masyarakat di pedesaan.
Wakil Direktur Utama BRI, Catur Budi Harto, menegaskan bahwa keberpihakan terhadap UMKM bukan hanya strategi bisnis, tetapi juga komitmen dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
“Sebagai bank yang fokus pada UMKM, kami terus memperluas akses pembiayaan inklusif serta menghadirkan program pendampingan yang berkelanjutan. Ini tidak hanya mendorong pertumbuhan UMKM, tetapi juga memperkuat fundamental ekonomi nasional,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa langkah BRI sejalan dengan Asta Cita Pemerintah, yang menekankan pentingnya penciptaan lapangan kerja berkualitas, penguatan industri kreatif, serta pembangunan ekonomi dari desa.
Dengan strategi yang matang dan keberpihakan yang konsisten terhadap UMKM, BRI membuktikan bahwa pertumbuhan bisnis yang stabil bisa berjalan selaras dengan pemberdayaan ekonomi rakyat.
Ke depan, bank ini terus berkomitmen memperluas perannya dalam membangun ekosistem ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!