Perjalanan Penuh Tantangan
Tentu saja, perjalanan membangun bisnis ini tidak mudah. Sebelum bisa mencapai omzet hingga Rp90 juta per bulan, Aprill harus menghadapi berbagai rintangan. Ia memulai bisnisnya dari nol, belajar pemasaran secara otodidak, dan sempat salah strategi dalam memasarkan produknya di media sosial.
“Dulu saya hanya mengunggah foto sebanyak mungkin di Instagram, berharap bisa menarik pembeli. Tapi ternyata, cara itu kurang efektif,” ungkapnya.
Menyadari bahwa pemasaran butuh strategi yang lebih matang, Aprill mulai aktif mengikuti berbagai pelatihan bisnis.
Salah satunya adalah Pengusaha Muda BRILiaN (PMB), program intensif dari BRI yang dirancang untuk membantu UMKM meningkatkan daya saing mereka.
Melalui program ini, para peserta mendapatkan bimbingan langsung dari mentor yang membantu mereka memahami strategi bisnis secara lebih terstruktur. Setiap peserta tidak hanya belajar teori, tetapi juga langsung mempraktikkan ilmu yang didapat untuk mengembangkan usahanya.
Dukungan BRI untuk UMKM Lokal
BRI terus berkomitmen untuk mendorong UMKM agar bisa berkembang dan menembus pasar global. Direktur Commercial, Small & Medium Business BRI, Amam Sukriyanto, menyatakan bahwa PMB merupakan salah satu wujud nyata dukungan BRI dalam meningkatkan kapabilitas pengusaha muda Indonesia.
"Kami berharap program ini bisa mencetak lebih banyak pengusaha muda yang mampu bersaing di tingkat internasional," ujarnya.
Ke depan, BRI akan terus menghadirkan berbagai program pemberdayaan inovatif agar UMKM Indonesia semakin mandiri dan kompetitif. Dengan adanya dukungan semacam ini, diharapkan akan lahir lebih banyak pengusaha seperti Aprill Soeharto, yang mampu membawa produk lokal bersaing di kancah dunia.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!