SketsaNusantara.id - Berawal dari pengalaman pahit, Aprill Soeharto justru menemukan semangat untuk membangun bisnis sepatu custom.
Saat remaja, ia pernah menerima ejekan soal sepatunya yang dianggap jelek dan cepat jebol. Namun, bukannya berkecil hati, Aprill menjadikan hal itu sebagai motivasi untuk menciptakan alas kaki berkualitas tinggi.
Kini, brand yang ia dirikan, Arta Louwee, telah menembus pasar global. Sepatu buatannya tak hanya laku di dalam negeri, tetapi juga dipesan hingga ke delapan negara, termasuk Amerika Serikat, Singapura, hingga Arab Saudi.
Baca Juga: BRI Hijaukan Lahan Kritis di Berau, Petani Raup Cuan dari Panen Perdana
Keberhasilan ini tak lepas dari inovasi produk yang ia tawarkan, serta dukungan dari berbagai program akselerasi bisnis, salah satunya dari BRI.
Pada ajang BRI UMKM EXPO(RT) 2025 yang digelar di ICE BSD City, Aprill menjadi salah satu dari 1.000 UMKM terpilih yang mendapat kesempatan memamerkan produknya.
Event ini berhasil mencatatkan transaksi lebih dari Rp40 miliar dan kontrak ekspor senilai USD 90,6 juta. Partisipasinya dalam acara tersebut semakin membuka jalan bagi Arta Louwee untuk menjangkau pasar internasional.
Baca Juga: BRI dan Garuda Indonesia Gelar Umrah Travel Fair 2025, Banyak Keuntungan untuk Jemaah
Sepatu Custom dengan Kenyamanan Maksimal
Keunggulan utama Arta Louwee terletak pada desainnya yang custom, sehingga bisa disesuaikan dengan bentuk kaki pemakainya. Hal ini menjadi solusi bagi banyak orang yang kesulitan menemukan sepatu dengan ukuran yang benar-benar pas.
Selain itu, material berkualitas dan struktur sepatu yang kokoh membuat produk ini nyaman digunakan untuk berbagai aktivitas.
Berkat inovasi ini, Arta Louwee mendapatkan permintaan dari berbagai negara. Produknya kini telah dikirim ke Singapura, Malaysia, Vietnam, Hong Kong, Arab Saudi, Turki, Oman, dan Amerika Serikat.
Namun, Aprill tak ingin kesuksesannya hanya berdampak pada dirinya sendiri. Ia ingin bisnisnya bisa membawa manfaat lebih luas bagi masyarakat. Filosofi ini tercermin dalam nama brand-nya, Arta Louwee, yang berasal dari bahasa Jawa ‘arta luwih’, berarti ‘harta lebih’.
Maknanya, tidak hanya untuk kesejahteraan dirinya, tetapi juga bagi para pekerja lokal yang ia rekrut.
Artikel Terkait
Jadi Pembicara di BRI Microfinance Outlook 2025, Peraih Nobel Ekonomi Paul Romes Singgung Ekosistem untuk Perkembangan UMKM
Kesuksesan Event BRI UMKM EXPO(RT) 2025, Dihadiri 63 Ribu Pengunjung dengan Nilai Transaksi Rp38,9 Miliar
UMKM Indonesia Makin Mendunia! BRI UMKM EXPO(RT) 2025 Bukukan Kontrak Ekspor Fantastis
UMKM Jadi Penggerak Ekonomi, BRI Dorong Inklusi Keuangan dan Digitalisasi di Microfinance Outlook 2025
Raih Profitabilitas Optimal, BRI Pastikan Keberlanjutan Bisnis Tanpa Menahan Laba