"Memalukan, lalu anggaran pajak yang dibayar rakyat selama ini ke mana? buat cetak KK sama Akte kelahiran aja gak ada? Kesian lah warga yang kurang mampu habis lahiran gak bisa cetak Akte Kelahiran," imbuh warganet lainnya.
Terkait hal ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh pun ikut bersuara. Ruslan selaku Kepala Disdukcapil Kota Subulussalam membeberkan fakta di balik video viral beberapa hari lalu.
Awalnya, Kepala Disdukcapil Subulussalam itu tak menampik dan membenarkan soal kekosongan kertas yang terjadi di wilayahnya.
Namun, hal tersebut terjadi dua bulan lalu. Ruslan menyebut masalah kertas HVS sudah terselesaikan dan pelayanan sudah kembali normal di Disdukcapil Subulussalam.
"Memang sempat mengalami kekosongan (kertas), tapi itu sudah dua bulan lalu, sekarang sudah normal kembali," kata Ruslan dikutip SketsaNusantara.id dari kanal YouTube Kompas TV.
"Stok (kertas HVS) sudah aman, pelayanan di Disdukcapil juga tak ada masalah, jadi tidak benar pelayanan saat ini terhenti karena kehabisan kertas, karena yang beredar itu video lama sekitar akhir 2024 lalu," pungkasnya.
Jika ditelusuri lebih lanjut, masalah kekosongan kertas di Disdukcapil Subulussalam, Aceh ini awalnya pernah ramai jadi perbincangan publik bermula dari postingan akun TikTok @alimbako.official yang diunggah bulan Januari 2025 lalu.
Video tersebut diunggah ulang di media sosial X (dulu twitter) hingga sempat viral pada 15 Januari 2025. Kini, video tersebut kembali viral di Instagram yang mengundang respon dari warganet.
Terlebih, belakangan ini juga ramai dibahas soal efisiensi sesuai instruksi Presiden Prabowo Subianto yang membuat beberapa sektor harus dipangkas anggarannya, bahkan IKN pun terancam mangkrak karena adanya pemblokiran anggaran.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!