SketsaNusantara.id - Hari Pers Nasional (HPN) diperingati setiap tanggal 9 Februari di Indonesia. Peringatan ini bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), yang ditetapkan melalui Kepres yang ditandatangani Presiden Soeharto pada tahun 1985 silam.
Peringatan Hari Pers Nasional memiliki makna penting dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Perkembangan jurnalistik di tanah air pun makin berkembang pesat.
Hingga kini, pers memiliki peran krusial dalam menyampaikan informasi yang membentuk opini publik di negara demokrasi seperti Indonesia.
Lantas, bagaimana perkembangan jurnalistik di Indonesia hingga muncul gagasan peringatan Hari Pers Nasional?
Dilansir dari laman Museum Pendidikan Nasional dan berbagai sumber, berikut penjelasan mengenai sejarah serta makna diperingati Hari Pers Nasional setiap tanggal 9 Februari.
Sejarah pers di Indonesia sendiri dimulai jauh sebelum kemerdekaan, dengan munculnya berbagai surat kabar yang menjadi alat perjuangan melawan penjajahan.
Keinginan untuk menerbitkan surat kabar di Hindia Belanda (sebutan Indonesia pada zaman kolonial Belanda) sudah ada sejak lama, namun selalu dicegah oleh pemerintah VOC.
Pada masa penjajahan Jepang, terdapat lima surat kabar di indonesia, yaitu Jawa Shinbun yang terbit di Pulau Jawa, Boernoe Shinbun di Kalimantan, Celebes Shinbun di Sulawesi, Sumatra Shinbun di Sumatra, dan Ceram Shinbun di Seram.
Hingga pada tahun 1907, akhirnya terbit "Medan Prijaji" di Bandung, sebagai pionir atau cikal bakal media nasional yang didirikan oleh pengusaha lokal, yaitu Tirto Adhi Soerjo.
Baca Juga: Tema Hari Pers Nasional 2025 Apa? Ini 13 Twibbon Ucapan untuk Peringatan HPN 9 Februari atau HUT PWI