Tapi jika tidak bisa dijawab langsung, imbuhnya, masalah itu akan dibuatkan deskripsi. "Nanti butuh bahtsul masail dari tim LBM untuk menjawabnya dan disampaikan pada pertemuan berikutnya," ujarnya.
Ketua MWCNU Diwek KH Hamdi Sholeh mengapresiasi rutinitas LBM. "Bahkan hasil bahtsul masail sudah dibukukan, meski harus direvisi terus sebagai peninggalan yang baik," ujarnya.
Dirinya berpesan agar LBM NU Diwek ke depan makin maju dalam mengurusi organisasi. "Kepemimpinan empat khalifah rasyidin bisa ditiru untuk memajukan LBM," pesannya.
Kegiatan Bahtsul Masail kali ini membahas dua pertanyaan. Pertama tentang penjualan tanah seorang janda oleh anaknya. Hasil penjualan digunakan untuk biaya berobat saat sang janda masih sakit.
Setelah dia meninggal dunia, ternyata sisa penjualan diperebutkan keempat anaknya. Pasalnya, sisa penjualan itu dibuat modal usaha oleh salah satu anaknya.
Masalah kedua yang dibahas tentang penutupan jalan karena digunakan hajatan Masalah ini dihukumi boleh jika masih ada jalur alternatif lain.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!