Kamis, 4 Juni 2026

Gelar Rutinan, Hasil Bahtsul Masail LBM NU Diwek Jombang Sepakat Dibukukan

Photo Author
As'ad Choirudin, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 8 Februari 2025 | 07:36 WIB
Ketua Ranting NU Desa Kayangan, Diwek Jombang H Minal Muslih menyampaikan sambutan sebelum dilaksanakan forum tanya jawab dalam kegiatan rutin Lembaga Bahtsul Masail (LBM) MWCNU. (SketsaNusantara.id/As’ad Choirudin)
Ketua Ranting NU Desa Kayangan, Diwek Jombang H Minal Muslih menyampaikan sambutan sebelum dilaksanakan forum tanya jawab dalam kegiatan rutin Lembaga Bahtsul Masail (LBM) MWCNU. (SketsaNusantara.id/As’ad Choirudin)

SketsaNusantara.id - Lembaga Bahtsul Masail (LBM) MWCNU Diwek Jombang menggelar acara rutinan. Acara digelar pada Jumat 7 Februari 2025, malam.

Sedikitnya 50 peserta mengikuti kegiatan yang digelar di Aula TPQ Nurus Salam Kayangan.

Tampak hadir sebagai tamu undangan Wakil Ketua PCNU Jombang KH Nurul Fuad. Termasuk Ketua MWCNU Diwek KH Hamdi Sholeh dan juga para pengurus MWCNU Diwek, utusan ranting, banom dan pondok pesantren.

Baca Juga: PC PMII Jombang Minta Polres Bertindak Tegas Cegah Tindak Kejahatan hingga Perangi Narkoba: Jombang Darurat Kriminalitas

Ketua Ranting NU Desa Kayangan H Minal Muslih mengapresiasi kegiatan ini. Di ranting NU Kayangan, sebelumnya sudah ditempati dua kali bahtsul masail.

"Baik di Masjid Ali Imron maupun di Masjid Dusun Kayen," ujarnya.

Kegiatan ketiga, lanjutnya, digelar di Aula TPQ Nurus Salam ini.

Baca Juga: Pemkab Jombang Serahkan SK Purna Tugas kepada 118 PNS, Pj Bupati: Pengabdian Panjang yang Tak Terlupakan...

Ketua LBM MWCNU Diwek Muhammad Yahya menjelaskan bahwa kegiatan ini terakhir. "Sebelum nanti ditutup sementara karena bulan suci Ramadhan," ujarnya.

Bahtsul masail di kecamatan Diwek, lanjutnya, rutin digelar hari Jumat Kliwon malam Sabtu Legi.

"Lokasinya bergilir antar ranting NU di kecamatan Diwek," imbuhnya.

Baca Juga: 236 Pengendara Meninggal akibat Kecelakaan di Jombang, Jalan Rusak Jadi Salah Satu Penyebab

Rangkaian kegiatan bahtsul masail, jelasnya, digelar melalui dua sesi. Pertama adalah dialog interaktif. "Apapun pertanyaan yang muncul di masyarakat bisa ditanyakan di sesi pertama," urainya.

Jika bisa dijawab, langsung diselesaikan. "Bisa tentang ibadah, muamalah, pernikahan atau lainnya," tambahnya.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X