SketsaNusantara.id – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Jombang menggelar audiensi dengan Kapolres Jombang yang baru, AKBP Ardi Kurniawan, S.H., S.I.K., CPHR, Jumat 7 Februari 2025.
Pertemuan yang berlangsung di lobi Mapolres Jombang ini bertujuan untuk membahas sejumlah persoalan penting yang berkaitan dengan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) termasuk maraknya penyalahgunaan narkoba, tindak kriminal, serta isu radikalisme di Kabupaten Jombang.
Audiensi ini dihadiri oleh jajaran pengurus inti PC PMII Jombang, seperti Ketua Umum, Ketua KOPRI, Sekretaris KOPRI, Bendahara Umum serta beberapa ketua bidang yang berfokus pada eksternal, kaderisasi, keagamaan, dan advokasi.
Sementara itu, Kapolres Jombang turut didampingi oleh para pejabat kepolisian yang berwenang menangani isu-isu yang dibahas.
Salah satu isu yang menjadi perhatian utama dalam audiensi ini adalah meningkatnya kasus penyalahgunaan narkoba di Jombang.
Berdasarkan data terbaru, sepanjang tahun 2024 terdapat 122 kasus narkoba, dengan mayoritas kasus melibatkan narkoba sintetis yang berbahaya bagi kesehatan fisik dan mental penggunanya.
Baca Juga: 236 Pengendara Meninggal akibat Kecelakaan di Jombang, Jalan Rusak Jadi Salah Satu Penyebab
Ketua Umum PC PMII Jombang, Asrorudin, menekankan bahwa upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba harus lebih serius, terutama di kalangan mahasiswa dan pelajar.
"Generasi muda adalah kelompok yang paling rentan terhadap penyalahgunaan narkoba. Oleh karena itu, kami mendorong Polres Jombang untuk lebih aktif dalam sosialisasi bahaya narkoba serta memperkuat kerja sama dengan organisasi kemahasiswaan seperti PMII untuk memberikan edukasi kepada masyarakat," ujar Asrorudin.
Menanggapi hal ini, Kapolres Jombang memastikan bahwa pihak kepolisian akan meningkatkan langkah-langkah pencegahan dan penindakan kasus narkoba termasuk dengan melibatkan elemen masyarakat, akademisi, dan organisasi kemahasiswaan dalam membangun jaringan pencegahan yang lebih kuat.
Selain narkoba, PC PMII Jombang juga menyoroti tingginya angka kriminalitas, seperti pencurian kendaraan bermotor (curanmor), perampokan hingga kasus pembunuhan yang dinilai belum tertangani secara optimal.
"Kita harus jujur mengakui bahwa keamanan di Jombang masih perlu ditingkatkan. Polres Jombang harus mencari solusi yang lebih efektif untuk mencegah tindak kejahatan ini," tambah Asrorudin.