SketsaNusantara.id - Bantuan sosial beras kepada masyarakat diketahui akan dihentikan sementara atau ditunda.
Hal itu rupanya merupakan kebijakan pemerintah untuk mendukung para petani yang ada di Indonesia.
Seperti dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube tvOneNews, bahwa dengan diberhentikan sementara bansos ini maka akan berdampak pada 16 juta warga masyarakat.
Baca Juga: Ricuh! Razman Ungkap Alasan Ingin Sidang Terbuka Ketika Berhadapan Langsung dengan Hotman Paris
Alasan di balik kebijakan itu diungkap oleh I Gusti Ketut Astawa yang merupakan Deputi bidang ketersediaan dan stabilisasi pangan Bappenas.
Ketut Astawa menjelaskan apa latar belakang dari kebijakan yang pastinya akan berdampak pada rakyat yang bergantung pada bantuan ini.
Ketut Astawa menjelaskan bahwa kebijakan ini sengaja dilakukan pemerintah sebab pada tiga bulan ke depan yakni Februari, Maret dan April merupakan masa puncak panen bagi petani.
Untuk itu pemerintah kemudian mengambil kebijakan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan petani maka pemerintah akan menghentikan bentuk-bentuk intervensi terhadap petani.
Penghentian intervensi disini adalah penghentian bantuan beras sementara kepada masyarakat agar petani bisa menjual hasil panennya kepada masyarakat.
Sebab jika panen dan bantuan beras dikeluarkan secara bersamaan maka dikhawatirkan akan terjadi jatuhnya harga beras ditengah masyarakat.
Untuk itu agar supaya panen raya bisa dinikmati petani maka pemerintah menghentikan sementara bantuan beras tersebut.
Setelah masa panen raya petani lewat maka akan ditentukan kembali kapan masyarakat akan menerima kembali bantuan beras tersebut.