Pada hari kejadian, diketahui Tri Lestari berangkat sejak pukul 08.00 WIB dengan mengendarai sepeda motor dan membawa dua tabung gas kosong.
Namun, upayanya berakhir tragis ketika ia mengalami kecelakaan di Jalan Raya Semarang-Grobogan, tepatnya di Desa Kebonagung, Demak.
Peristiwa tragis ini jug telah dikonfirmasi oleh pihak berwajib. Pihak kepolisian dari Polres Demak pun menjelaskan kronologi kecelakaan yang merenggut nyawa Tri Lestari.
Iptu Bambang Susilo, Kepala Unit Penegakkan Hukum (Gakum) Satlantas Polres Demak menjelaskan bahwa korban hendak mendahului truk tronton dari sisi kiri sehingga menyebabkan kecelakaan.
Mirisnya, kecelakaan itu menyebabkan Tri Lestari terlindas truk yang menyebabkan luka fatal sehingga korban meninggal seketika di lokasi kejadian.
"Korban diketahui berjalan arah pulang dan berusaha mendahului truk, namun karena mungkin kurang konsentrasi terpeleset, terjatuh," ungkap Iptu Bambang Susilo dikutip SketsaNusantara.id dari video yang diunggah akun Instagram rumpi_gosip pada hari Kamis, 6 Februari 2025.
Baca Juga: Kembali Viral Tumpukan Gas LPG 3kg di Rumah Nagita Slavina, Sultan Andara Sebut Itu Properti Syuting
"Akhirnya sepeda motor itu jatuh ke arah kiri sedangkan ibu tersebut ke arah kanan, sehingga masuk ke kolong kendaraan truk. Kami menemukan di TKP motor yang dikendarai korban dan 2 tabung gas LPG 3 kg," pungkasnya.
Polisi menyebut kaki kanan korban terlindas oleh truk tronton yang menyebabkan luka fatal sehingga korban meninggal dunnia di lokasi kejadian.
Peristiwa ini menjadi perhatian publik dan ramai jadi perbincangan warganet di media sosial yang menambah daftar panjang dampak kelangkaan LPG 3 kg di berbagai daerah.
Kelangkaan gas belakangan ini terjadi setelah pemerintah menerapkan kebijakan baru yang melarang penjualan LPG bersubsidi secara eceran per 1 Februari 2025.
Kebijakan ini bertujuan untuk memastikan distribusi LPG 3 kg tepat sasaran dan mencegah penimbunan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
Namun, implementasi kebijakan ini belum dikaji secara lengkap dengan melihat kondisi di lapangan, sehingga distribusi yang tidak merata serta kurangnya sosialisasi membuat masyarakat makin kesulitan mendapat gas LPG 3 kg untuk kebutuhan sehari-hari.