SketsaNusantara.id - Saat hadiri acara puncak peringatan Harlah Nahdlatul Ulama (NU) ke 102 di Jakarta, Presiden Prabowo Subianto kirimkan sinyal reshuffle.
Hal itu disampaikan oleh Prabowo didepan pengurus PBNU bahwa ia akan tetap mengajukan tekadnya dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih.
Namun Prabowo akui apa yang dilakukannya saat ini mendapatkan sejumlah perlawanan dari beberapa pihak, namun ia tak gentar dan terus berikan peringatan agar bawahannya harus bersih-bersih diri jika tidak ingin ia tindak.
"Kami tahu ada perlawanan-perlawanan, 100 hari pertama saya sudah berikan peringatan berkali-kali," ujar presiden dilansir dari SketsaNusantara.id dikutip dari kanal YouTube KOMPASTV.
"Sekarang siapa yang bandel dan siapa yang ndablek siapa yang tidak mau ikut aliran besar ini, tuntutan rakyat, pemerintahan yang bersih dan bersih maka saya akan tindak," tambahnya.
Presiden juga menyampaikan bahwa selama ini ia sering menyampaikan kepada aparat dan institusi untuk membersihkan diri sebelum ia bertindak.
"Bersihkan dirimu sebelum kau dibersihkan," tegas Prabowo.
Dua pernyataan Prabowo pada momen HUT NU ke 102 ini perkuat bahwa akan ada perombakan kabinet dalam waktu dekat.
"Rakyat menuntut pemerintah yang bersih yang benar dan bekerja dengan benar jadi saya ingin tegakkan itu," ujar Prabowo lagi.
Bahwa ia menginginkan orang-orang yang bersamanya hanya miliki satu tujuan yaitu memperjuangkan kepentingan rakyat dan tak memiliki kepentingan lain.