SketsaNusantara.id - Kehebohan akibat larangan pengecer menjual gas LPG 3 Kg belum mereda.
Meskipun akhirnya Presiden Prabowo menginstruksikan bahwa pengecer sudah boleh menjualnya per 4 Februari, nama Bahlil Lahadalia terus jadi sorotan publik.
Menteri ESDM kelahiran 7 Agustus 1976 itu menyatakan bahwa aturan penjualan tersebut sebenarnya sudah disusun sejak tahun 2023.
Menurut keterangannya, telah terjadi banyak penyalahgunaan penyaluran LPG 3 Kg oleh oknum pengecer.
"Dengan hasil ada audit dari BPK bahwa ada penyalahgunaannya adalah dari oknum-oknum pengecer," kata Bahlil kepada awak media di Istana Kepresidenan, Selasa 4 Februari 2025.
Pengamat Politik, Rocky Gerung, turut menyoroti peran Bahlil yang tidak berfungsi sebagai seorang menteri.
"Presiden punya peralatan, namanya menteri. Dia jadi alat untuk mengefektifkan kebijakan presiden, begitulah sistem presidensial bekerja," kata Rocky, dikutip SketsaNusantara.id dari video kanal Youtube Rocky Gerung Official yang diunggah Selasa, 4 Februari 2025.
Bahlil pun dinilai memusingkan presiden dan membuat kabinet menjadi absurd.
"Sekarang, ada peralatan yang namanya Menteri Bahlil, membuat peralatan yang memusingkan presiden. Jadi, betul-betul kabinet yang absurd," lanjut Rocky.
Ia juga menyebut bahwa Bahlil seharusnya mengundurkan diri dari jabatannya sebagai menteri karena telah menimbulkan kekacauan terkait kelangkaan gas LPG 3 Kg.
Terlebih lagi, ia disinyalir tidak berkonsultasi dengan presiden sebelum mengumumkan aturan larangan penjualan oleh pengecer.