news

Menteri ESDM Minta Maaf Perkara LPG 3 Kg yang Dinilai Menyusahkan Rakyat, Momen Bahlil Hampir Ditampol Warga Saat Sidak ke Pangkalan Gas Jadi Sorotan

Selasa, 4 Februari 2025 | 16:15 WIB
Potret Menteri ESDM Bahlil Lahadalia minta maaf soal kebijakan pembatasan penjualan gas LPG 3 kg yang dinilai menyusahkan masyarakat (Instagram/kesdm)

SketsaNusantara.id - Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia menyampaikan permintaan maaf terkait kebijakan soal LPG 3 kg yang dinilai makin menyusahkan masyarakat.

Sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian ESDM mengeluarkan kebijakan untuk melarang penjualan gas elpiji (LPG) 3 kg melalui pengecer sehingga masyarakat terpaksa harus beli ke agen atau pangkalan resmi Pertamina.

Kebijakan yang dikeluarkan per 1 Februari 2025 itu malah menimbulkan masalah lantaran warga harus melalui antrean panjang dan menunggu berjam-jam untuk bisa mendapatkan gas tabung melon bersubsidi.

ElpijBaca Juga: Breaking News! Presiden Prabowo Subianto Instruksikan Pengecer Kembali Berjualan Gas Elpiji 3 Kg Mulai 4 Februari 2025

Parahnya lagi, ada warga Tangerang Selatan (Tangsel) yang sampai meninggal dunia karena kelelahan berburu LPG 3 kg dari agen yang lokasinya cukup jauh dari rumahnya.

Perkara gas LPG 3 kg membuat warganet meradang dan melontarkan protes pada Presiden Prabowo Subianto, bahkan Bahlil didesak mundur dari jabatan Menteri ESDM.

Bahlil lantas melakukan sidak langsung ke pangkalan gas LPG untuk melakukan perbaikan kebijakan sebagai upaya untuk mencegah agar situasi tidak makin memburuk.

Baca Juga: Kronologi Penjual Nasi Uduk di Pamulang Meninggal Dunia, Diduga Akibat Kelelahan Antri saat Beli Gas Elpiji 3Kg

Saat sidak berlangsung, Bahlil kemudian meminta maaf pada masyarakat karena kebijakannya menyebabkan antrean panjang, bahkan hingga memakan korban jiwa.

Ia menjelaskan bahwa peraturan ini dilakukan dalam proses untuk menata agar subsidi gas LPG bisa tepat sasaran dan diterima masyarakat dengan harga terjangkau.

"Pertama, kami pemerinta mohon maaf kalau ini terjadi karena semata-mata kami sedang melakukan penataan agar rakyat dapat LPG lebih gampang dan harga terjangkau," kata Bahlil di hadapan awak media saat melakukan sidak ke pangkalan gas LPG 3 kg di Jakarta pada hari Selasa, 4 Februari 2025.

Baca Juga: Bahlil Lahadalia Sebut Elpiji 3 Kg Dilarang Dijual Pengecer untuk Kontrol Regulasi dan Harga, Masyarakat: Pecat Nih Menteri!

"Selama ini saya dapat laporan harga (LPG) bisa tembus Rp25 ribu, padahal subsidi dari negara harusnya Rp15 ribu, oleh karena itu kami batasi belinya di pangkalan karena Pertamina bisa kontrol," imbuhnya.

Di sisi lain, saat melakukan sidak ke lapangan, Bahlil mendapat pengalaman kurang menyenangkan. Pasalnya, ketum Partai Golkar itu mendapat protes saat melakukan dialog dengan warga sekitar.

Halaman:

Tags

Terkini