Tak hanya itu, Budi Setiawan juga tercatat sebagai CEO Persitara Jakarta Utara selama 6 bulan sejak November 2021 hingga April 2022.
Beberapa tahun kemudian ia mendirikan Football Institute pada tahun 2019 lalu yang merupakan lembaga independen yang berpusat terhadap pengembangan dan edukasi sepak bola Indonesia dengan menggunakan data, riset, penelitian dan survei.
Football Institute kerap mengkritik isu sputar dunia sepak bola tanah air termasuk masalah wasit-wasit yang tak layak pakai di Liga 1.
Budi Setiawan bahkan pernah dipanggil polisi untuk diperiksa sebagai saksi terkait masalah perwasitan sepak bola Indonesia pada bulan Juli 2023 lalu.
Terbaru, Budi Setiawan membeberkan hasil riset Football Institute dan mencurigai Shin Tae Yong menggunakan buzzer untuk kepentingan di luar sepak bola.
Pernyataannya tersebut menuai pro kontra hingga ramai jadi perbincangan warganet terutama suporter sepak bola di Indonesia.
Banyak warganet yang menyebut Budi Setiawan tak seharusnya menyeret nama Shin Tae Yong apalagi kini sudah tak lagi jadi pelatih Timnas Indonesia.
Meskipun dicurigai ada pola pergerakan buzzer, warganet menyebut tredingnya tagar terkait STY merupakan kecintaan suporter pada Shin Tae Yong atas jasa dan kerja kerasnya hingga berhasil mencetak prestasi dan membawa Timnas Indonesia hingga masuk kualifikasi Piala Dunia 2026.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini