SketsaNusantara.id- Netizen tanggapi video yang diduga pihak SMPN 7 Kota Mojokerto meminta damai ke keluarga korban buntut terseret ombak Pantai Drini.
Pada 28 Januari 2025, publik digemparkan dengan 13 pelajar yang terseret ombak di Pantai Drini, Gunung Kidul, Yogyakarta.
Dari ke 13, 4 pelajar diantaranya dinyatakan meninggal dunia usai ditemukan oleh Tim SAR setempat.
Mereka diketahui sedang mengikuti outing class. Usai tragedi, sebanyak 200 lebih pelajar pun dipulangkan dengan kawalan yang cukup ketat.
Kabar ini menghadirkan duka mendalam, terutama bagi pihak keluarga korban yang tidak menyangka atas terjadinya insiden tersebut.
Lebih lanjut, pada unggahan Instagram @lambe_turah pada 31 Januari 2025. Tersebar video yang diduga terjadi momen sengit antara SMPN 7 Kota Mojokerto dengan keluargan korban.
Pihak SMPN 7 Kota Mojokerto disinyalir melayangkan surat perdamaian sekaligus sejumlah uang.
"Jangan gitu bu, ini masalah nyawa bu. Kalau uang buat apa ini," ujar seorang pria dalam video tersebut.
"Gak bisa gitu he, kok dibayar pakai uang gini," imbuhnya dengan nada marah.
Amarah itu juga disahut oleh seorang ibu yang diduga keluarga dari pihak korban. "Kita masih berduka, kok dikasih ini (uang) dulu," bentaknya.
Peristiwa di dalam video itu tentu menuai pro dan kontra dari netizen. Tak sedikit pula dari netizen yang mengecam pihak sekolah.