SketsaNusantara.id- Beberapa waktu lalu Karawang dihebohkan dengan data dari Dinas Kesehatan setempat. Ikatan Dokter Anak Indonesia atau IDAI buka suara.
Dinas Kesehatan Karawang menyebutkan bahwa terdapat ribuan remaja putri menderita anemia pada sepanjang tahun 2024.
Yakni sejumlah 8.861, dengan 346 di antaranya sudah dalam kondisi yang berat. Dikabarkan bahwa kuliner seblak menjadi penyebab utamanya.
Bahkan tak hanya seblak yang disinyalir menjadi penyebab utamanya. Melainkan kuliner bakso juga terlibat.
Lantas, bagaimana tanggapan dari IDAI? Hal ini terjawab dalam unggahan Instagram @lambegosiip pada 30 Januari 2025.
Menurut Anggota Unit Kerja Koordinasi atau UKK Nutrisi dan Penyakit Metabolik IDAI, Dr dr Meta Herdiana Hanindita SpA(K).
Baca Juga: 11 Santri Pesantren Seblak Terima Beasiswa Baznas Rl
Ia menuturkan bahwa kebiasaan makan seblak dan bakso tidak selalu menjadi faktor utama sebagai pemicu penyakit anemia.
Begitu juga dengan kasus yang terjadi di Karawang. Penyakit anemia menyerbu ribuan remaja putri.
Dengan itu maka pemeriksaan lebih lanjut harus dilakukan untuk memastikan apakah ada faktor lainnya.
Baca Juga: Fakta di Balik Seblak yang Sebabkan Ribuan Remaja Putri di Karawang Alami Anemia
Namun jika memang isu yang beredar disebabkan oleh kuliner bakso, terutama seblak. Maka ada kemungkinan lain.
Kemungkinan mereka jarang mengonsumsi makanan sumber zat besi atau protein hewani. Sehingga ketika kekurangan nutrisi.