SketsaNusantara.id - Insiden terseretnya 13 siswa SMPN 7 Kota Mojokerto menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban.
Ke-13 siswa tersebut terseret arus Rip Current saat sedang bermain air di Pantai Drini, Gunung Kidul, Yogyakarta.
Akibatnya, 4 orang siswa meninggal dunia dan 2 lainnya kritis hingga harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.
Menurut Sekretaris SAR Satlinmas Wilayah II Pantai Baron, Surisdiyanto, ke-13 siswa tersebut terbawa arus rip current yang sangat berbahaya.
“Jadi saat wisatawan bermain air di pantai, terbawa arus rip current,” tutur Surisdiyanto pada wartawan.
Dikutip SketsaNusantara.id dari situs Pusat Meteorologi Maritim, Rip Current adalah arus kuat dari air laut yang bergerak menjauh dari pantai.
Kekuatan arus Rip Current bahkan dapat menyapu perenang terkuat sekalipun ke laut.
Sumber lain menyebutkan, Rip Current bisa ditemui di Laut Selatan, termasuk di Pantai Drini, Gunung Kidul, Yogyakarta.
Arus Rip Current memiliki kecepatan gelombang yang lebih tinggi dari gelombang pada umumnya, bahkan bisa melebihi 2 meter per detik.
Kendati demikian, kecepatan arus Rip Current bervariasi, tergantung pada kondisi gelombang, bentuk pantai hingga pasang surut.