Proses pencarian RYP tidaklah mudah. Tim SAR harus menghadapi kondisi ombak yang cukup kuat, serta area pantai yang memiliki arus rip current berbahaya. Namun, berkat doa dari keluarga dengan kegigihan tim SAR, korban akhirnya berhasil ditemukan setelah pencarian intensif selama hampir 24 jam.
"Tim gabungan menghadapi kendala terutama karena arus laut yang cukup deras, namun alhamdulillah korban akhirnya berhasil ditemukan," ujar Kombes Pol Didik Priyo Sambodo, Dirpolairud Polda DIY, yang memimpin langsung pencarian pada hari Rabu, 29 Januari 2025.
Sebanyak 13 pelajar SMPN 7 Mojokerto terseret ombak saat berenang di Pantai Drini. Sembilan orang berhasil selamat, dan dua di antara korban selamat, yakni AR dan AM, masih menjalani perawatan intensif di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta karena kondisi kritis, sementara empat korban lainnya meninggal dunia.
Peristiwa tragis ini mendapat perhatian luas dari masyarakat dan pemerintah. Pj Wali Kota Mojokerto ikut memantau dan menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban.
Sebagai langkah preventif, Pemkot Mojokerto bahkan menghentikan sementara seluruh kegiatan outing class bagi sekolah-sekolah di daerahnya, terutama mengingat cuaca ekstrem yang masih berlangsung hingga Februari 2025.
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!