Hal ini bermula dari netizen yang menyoroti pembangunan PIK 2 yang ramai jadi perbincangan di media sosial usai terkuaknya kasus pagar laut di Tangerang.
Salah satu netizen pemilik akun X @micheladam717 mengungkap jejak digital yang menunjukkan bahwa sejumlah markas polisi dibangun di atas tanah hibah milik Agung Sedayu Group sejak tahun 2023 lalu.
Baca Juga: Heboh Pagar Laut Misterius di Tangerang, Iwan Fals Ikut Berikan Komentar?
"Emang boleh TNI Polri dibiayai swasta? Terungkap Polri dapat sumbangan dari Agung Sedayu Group," tulis akun X @micheladam717 dalam cuitannya yang diposting hari Minggu, 26 Januari 2025.
"6 April 2023, Polri Bangun Gedung Brimob Polda Metro di PIK 2, di Atas Tanah Hibah Agung Sedayu. 22 Agustus 2023, 3 Markas TNI-Polri juga Segera Dibangun di PIK 2," pungkasnya.
Sontak saja postingan tersebut menuai beragam komentar dari netizen. Banyak warganet yang menilai polisi menerima gratifikasi dari Agung Sedayu Group yang dikaitkan dengan dukungannya pada PIK 2 dan Pagar Laut Tangerang.
"Pantesan, itu yg bikin mereka bungkam sampe saat ini ya. Gak mikir apa kalo menerima hibah itu gratifikasi bahkan cikal bakal subversi membuat negara dalam negara," komentar salah satu netizen.
"Foto ini bukti tindakan penghinaan terhadap kedaulatan negara yakni terhadap APBN, 3 Matra TNI dan Polri. Jadi kalo pimpinan 3 Matra TNI dan Polri itu menerima markas komando tersebut, itu sudah bentuk pengkhianatan kedaulatan dan jabatan," imbuh netizen lainnya.
"Mau murah atau mahal tanah atau bangunan tsb sebaiknya tidak menggunakan tanah hibah dari swasta, karena berpotensi konflik kepentingan jadi terkesan TNI Polri hendak dijadikan benteng pengaman untuk PIK 2," komentar netizen lainnya.
Said Didu juga pernah mengungkit hal tersebut dan menyayangkan pembangunan gedung Polri di atas tanah milik Agung Sedayu Group.
Ia mengadu pada Prabowo menyebut penerimaan hibah tanah dari Agung Sedayu Group milik Aguan untuk Polri sebagai untuk gratifikasi dan juga merugikan masyarakat.
"Bapak Presiden @prabowo yth, sebaiknya TNI dan POLRI menolak 'hadiah' dari PT AGS utk membangun fasilitas di PIK-2, karena ini termasuk gratifikasi/sogokan," komentar Said Didu dalam cuitannya yang diposting dinakun X @msaid_didu pada hari Minggu, 26 Januari 2025.
"Apalagi tanah tersebut adalah tanah rakyat yang dibeli dengan harga murah," pungkasnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!