“Semua pemimpin kita membaca buku,” ujar Rocky. Ia menyesalkan bahwa dalam satu dekade terakhir, tradisi ini seolah memudar.
Menurutnya, absennya budaya membaca dapat berdampak pada hilangnya konsep besar dalam kepemimpinan.
Rocky Gerung tidak hanya membandingkan, tetapi juga mengkritik gaya Jokowi yang dianggap terlalu fokus pada kerja fisik tanpa memperhatikan konsep dan teori.
Ia menyebutkan proyek-proyek besar seperti Ibu Kota Negara (IKN) dan kereta cepat sebagai contoh kebijakan yang diimplementasikan tanpa dasar pemikiran yang matang.
“Semua hal yang sifatnya fisik itu selesai, tapi tanpa bekas,” kritik Rocky.
Menurutnya, proyek-proyek tersebut tidak menghasilkan manfaat jangka panjang yang signifikan, melainkan hanya meninggalkan beban utang bagi negara.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!