SketsaNusantara.id - Klarifikasi Raffi Ahmad terkait insiden patwal arogan mobil berplat RI 36 justru memicu kontroversi lain.
Sang artis mengaku tidak ada di dalam mobil saat insiden terjadi, tetapi langkah tersebut dinilai tidak etis dan tidak bertanggung jawab.
Islah Bahrawi, seorang tokoh Nahdlatul Ulama (NU), menjadi salah satu pihak yang secara terbuka mengkritik pernyataan Raffi.
Melalui akun X miliknya, ia menyebut Raffi Ahmad seolah cuci tangan dan menyalahkan pihak kepolisian.
"Yaelah, pejabat jalur mujur ini malah menyudutkan kepolisian. Dia cuci tangan, bahwa patwal yang heboh itu hanya ngawal mobil kosong," tulis Islah, dikutip dari akun X @islah_bahrawi.
Menurut Islah, sebagai pemilik mobil, Raffi seharusnya mengambil tanggung jawab penuh tanpa perlu memojokkan pihak lain.
Klarifikasi soal ketidakhadiran Raffi di dalam mobil pun dianggap tidak relevan.
"Harusnya dia bertanggung jawab tanpa harus memojokkan siapa pun. Tidak usah menjelaskan ada atau tidak ada saya di mobil saya," lanjut Islah.
Kritik keras juga diarahkan pada sikap Raffi yang dianggap tidak jantan. Islah menyatakan bahwa permintaan maaf langsung dari Raffi tanpa tambahan alasan adalah langkah yang lebih tepat.
Kasus ini bermula dari viralnya video patwal mobil RI 36 yang dianggap arogan karena menegur sopir taksi Silverbird di jalanan Jakarta.
Publik sempat bertanya-tanya siapa pemilik mobil tersebut, hingga akhirnya Raffi Ahmad memberikan pernyataan tertulis.