SketsaNusantara.id - Joko Widodo (Jokowi) kembali jadi sorotan publik. Meski telah resmi lengser dari jabatan sebagai presiden, aktivitasnya di tengah masyarakat justru dinilai menyerupai kunjungan kerja seorang pejabat negara.
Hal itu semakin menjadi perhatian ketika kunjungan Jokowi ke Banjarnegara, Jawa Tengah.
Pasalnya, kegiatan tersebut melibatkan pengamanan hingga 191 personel polisi, jumlah yang mengejutkan untuk seorang mantan presiden.
Fenomena ini menuai kritik keras dari berbagai kalangan, termasuk pengamat politik Rocky Gerung.
Dalam video kanal Youtube pribadinya, Rocky menilai aktivitas Jokowi pasca-pensiun tidak mencerminkan posisi seorang mantan presiden.
Rocky bahkan menyebut bahwa istilah "kunjungan kerja" untuk seorang yang sudah tidak menjabat sebagai pejabat publik adalah hal yang konyol.
"Dia kunjungan kerja buat apa? Buat mengevaluasi sesuatu yang berhubungan dengan kebijakan negara. Kan itu konyolnya di situ," kata Rocky, dikutip SketsaNusantara.id dari video kanal Youtube Rocky Gerung Official yang diunggah 11 Januari 2025.
Ia menyindir bahwa pengamanan ratusan polisi untuk Jokowi seharusnya tidak diperlukan, cukup beberapa ajudan saja.
"Ya cuma diperlukan 2-3 ajudan sebetulnya itu," lanjutnya.
Baca Juga: Shin Tae-yong Tak Lagi Jadi Pelatih Timnas Indonesia, Jokowi: Targetnya Piala Dunia
Rocky juga menyinggung soal motivasi di balik aktivitas Jokowi tersebut. Menurutnya, Jokowi seolah tidak ingin melepas gelar presiden yang pernah melekat dalam dirinya.
Bahkan, Jokowi disebutnya ketagihan kekuasaan dan kamera.