Ribut menyatakan, kalau perusahaannya juga mendapatkan tanggung jawab dalam pembangunan drainase sepanjang 1 kilometer.
Terkait pembatasan operasional tonase truk yang diminta oleh masyarakat, pihaknya menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada Pemerintah Daerah, dan perusahaannya hanya akan mematuhi kebijakan yang diambil.
Ribut menjelaskan, kalau nantinya PT Imasco Asiatic bakal menerapkan jadwal khusus untuk meminimalisir terjadinya gangguan kepada masyarakat.
“Misalnya saat jam berangkat sekolah akan dibatasi dan saat hari jumat siang. Sebab per hari nya truk yang beroperasi sekitar 200 unit per hari yang digunakan untuk pemenuhan produksi,” tegasnya.
Ia menambahkan, jika PT Imasco Asiatic berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan pemerintah dan masyarakat, demi menjaga keseimbangan antara operasional perusahaan serta kepentingan publik.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!