Kombes Komarudin selaku Direktur Lalu Lintas atau Dirlantas Polda Jawa Timur pun mengonfirmasi hal ini dan mengungkap bahwa bus Sakhindra Trans tidak memenuhi standar operasional yang mengakibatkan terjadinya kecelakaan maut di Kota Batu.
Berdasarkan pendalaman pihak yang berwajib, benar ditemukan adanya fakta bahwa bus dengan Nopol DK 7942 GB itu surat izinnya sudah kedaluwarsa sejak 5 tahun lalu.
"Berdasarkan data di Kemenhub terungkap fakta bahwa bus Nopol DK 7942 GB ternyata surat izin angkutannya sudah kedaluwarsa sejak tanggal 26 April 2020," ucap Komarudin pada hari Kamis, 9 Januari 2025.
"Selain itu uji KIR (Uji Kelayakan Kendaraan) bus asal Bali tersebut juga ternyata sudah mati sejak 15 Desember 2023, penemuan ini menjadi dugaan kemungkinan penyebab kecelakaan di Kota Batu," imbuhnya.
Terkait hal ini, pihak Sakhindra Trans belum memberikan keterangan apapun. Bahkan, akun Instagram @official_sakhindratrans mendadak dikunci atau private yang terkesan menghindari hujatan publik setelah unit bus miliknya terlibat laka maut di Kota Batu.
Sementara itu, AKBP Andi Yudha Pranata menyebut bus pariwisata tersebut keluar dari Museum Angkut Kota Batu dalam perjalanan makan malam.
"Bus ini mengangkut rombongan 39 pelajar dengan 3 guru dan 4 kru keluar museum angkut tapi ternyata mengalami kendala (rem blong) dan terasa mulai turunan Jalan Sultan Agung." kata AKBP Andi dalam video yang diunggah akun Instagram @batusam pada hari Kamis, 9 Januari 2025.
"Sopir sempat membuang ke arah trotoar berharap ada fungsi pengereman, tapi ternyata tidak berhasil hingga terjadi peristiwa di Batos sampai di Beji dan Jalan Pattimura," imbuhnya.
Menurut saksi mata, bus pariwisata tersebut akhirnya berhenti setelah menabrak pohon di kawasan Beji yang menyebabkan bagian depan bus rusak parah.
Sopir bus diketahui mengalami luka dan dirawat di rumah sakit. Pihak yang berwajib juga telah melakukan evakuasi sekitar 11 orang yang jadi korban luka-luka dan dilarikan ke RS Bhayangkara Hasta Brata dan RSUD Karsa dengan bantuan 18 ambulans.
Akibat kejadian ini ada 4 orang tewas di lokasi kejadian termasuk seorang ibu dan bayinya berusia 20 bulan yang merupakan warga Jember dan 2 pria diketahui warga Kota Batu.