SketsaNusantara.id - Kecelakaan maut yang terjadi di Kota Batu, Jawa Timur pada hari Rabu, 8 Januari 2025 masih ramai jadi sorotan publik.
Bus pariwisata yang mengangkut rombongan SMK hendak melakukan perjalanan dari Malang ke Bali diduga mengalami rem blong dan menabrak sejumlah kendaraan hingga merenggut nyawa 4 orang.
Mirisnya lagi, bus Sakhindra Trans yang mengantar kunjungan Industri SMK TI Global Badung Bali itu ternyata tak menjalani proses pemeriksaan secara berkala.
Hal ini diketahui dari postingan netizen yang menguak fakta mengejutkan setelah memeriksa data bus dengan plat nomor DK 7942 GB tersebut ternyata memiliki uji berkala yang sudah kedaluarsa sejak tahun 2020.
"Iseng-iseng cek data bus yang terlibat kecelakaan beruntun di Kota Batu melalui portal Kementerian Perhubungan. Yang mengagetkan saya, ternyata masa berlaku di kartu pengawasannya sudah berakhir tahun 2020," ungkap akun Komunitas Peduli Malang di postingan Facebook yang diunggah pada hari Rabu, 8 Januari 2025.
Dalam postingan tersebut salah seorang warganet mengunggah tangkapan layar hasil pencarian di Portal Spiona Kementerian Perhubungan yang menunjukkan bahwa bus pariwisata Sakhindra Trans milik PT Purnayasa Transwisata memiliki masa berlaku KPS hingga 26 April 2020.
Sudah menjadi ketentuan bahwa kendaraan umum yang mengangkut banyak penumpang dan barang seperti bus pariwisata, wajib melakukan uji KIR secara berkala.
Dengan informasi tersebut jelas bus pariwisata yang mengalami kecelakaan di Kota Batu tersebut seharusnya tidak layak digunakan di jalan raya karena tidak melakukan proses pemeriksaan lebih lanjut.
Netizen pun menyoroti hal ini dan mengungkit peristiwa kecelakaan bus pariwisata di Ciater, Subang pada bulan Mei 2024 lalu yang juga terjadi karena kelalaian pihak penyedia transportasi umum.
Baca Juga: Update Kecelakaan Bus Pariwisata di Batu Malang, Polda Jatim Gelar Olah TKP Lanjutan
"Semoga ini jadi perhatian, sudah berapa kali kecelakaan terjadi karena kelalaian PO, bus KIR kadaluarsa yang berarti belum layak pakai di jalan raya akhirnya bikin Malang Berduka, #PrayforBatu," komentar akun @MboizSamyu.
"Kejadian lagi seperti di Ciater, kalo dilihat Kota Batu turunannya gak begitu curam sebenarnya, gegara kendaraan gak rutin diperiksa dulu jadi gak tau kalo rem blong, banyak yang jadi korban, penyedia bus ini kudu diperiksa parahnya bisa diberhentikan karena kelalaiannya," komentar akun @AdeDediy.