Namun mereka mendapatkan informasi dari sekelompok masyarakat sipil bahwa Jokowi secara signifikan dianggap telah melemahkan komisi antikorupsi Indonesia.
Untuk itu keputusan akhir kemudian diambil oleh pihak juri dimana pemenangnya sebagi tokoh tahun ini terkorup 2024 adalah Bashar Al-Assad.
Meskipun pada kenyataannya, OCCRP menyebutkan bahwa Bashar Al Assad bukanlah tokoh yang peroleh nominasi terbanyak.
Mereka mengakui bahwa proses seleksi akhir dari OCCRP berdasarkan pada penelitian kolektif jaringan
Tak cukup disitu, sama halnya dengan sejumlah tudingan pendukung Jokowi pada pihak tertentu, OCCRP menyebutkan bahwa bjsa jadi pengumuman yag dikeluarkan oleh OCCRP kadang disalah gunakan oleh individu yang miliki agenda politik.
Rupanya OCCRP juga menyadari bahwa dengan masuknya Jokowi sebagai salah aatu nominasi, membuat keterlibatan global meningkat drastis tidak seperti sebelum-sebelumnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!