news

Sebut Memilih Berdasarkan Email yang Tak Bisa Dikendalikan, Inilah Klarifikasi OCCRP Memasukkan Jokowi Sebagai Presiden Terkorup 2024

Sabtu, 4 Januari 2025 | 12:30 WIB
OCCRP masukkan Jokowi sebagai nominator pemimpin terkorup (occrp.org)

SketsaNusantara.id - Organisasi independen OCCRP atau Organized Crime and Corruption Reporting Projects baru saja melakukan klarifikasi terkait mantan presiden Jokowi.

Seperti diketahui bahwa OCCRP telah memasukkan Jokowi sebagai salah satu nominasi pemimpin terkorup di dunia bersama lima pemimpin lainnya.

Meski tak jadikan Jokowi pemenang, namun tak ayal tahun 2024 ditutup oleh berita tak mengenakkan terhadap mantan presiden ke 7 Indonesia tersebut.

Baca Juga: 10 Alasan Jokowi Layak Disebut Pemimpin Korup dan Pelanggar HAM Menurut YLBHI: Merampas Ruang Hidup Rakyat

Meski Jokowi sendiri menanggapi hal itu dengan santai, tapi tak ayal pendukung Jokowi berang sebab tak ada cukup bukti bagi seseorang mengusulkan Jokowi sebagai salah satu nominasinya kepada OCCRP.

Sebab itulah banyak pihak yang kemudian menganggap hal itu sebagai sebuah framing jahat yang dibuat secara sengaja untuk menjatuhkan Jokowi.

Lalu terjadilah tuding menuding beberapa pihak yang dianggap terlibat dalam persengkokolan jahat untuk menjatuhkan Jokowi tersebut.

Baca Juga: Beda dengan Korupsi? Inilah Penjelasan Arti Kata Korup yang Ramai Jadi Perdebatan Usai Jokowi Masuk Tokoh Terkorup Dunia versi OOCRP

Setelah ramai diperbincangkan, secara tak terduga, OCCRP kemudian memberikan klarifikasi terkait masuknya Jokowi sebagai salah satu nominasinya.

Dilansir dari SketsaNusantara.id dikutip dari kanal laman occrp.org, OCCRP pada Kamis 2 Januari 2024 memberikan keterangan bahwa ia memasukkan Jokowi ke dalam daftar berdasarkan banyaknya email yang masuk ke pihaknya.

OCCRP menjelaskan bahwa pihaknya tak memiliki kendali atas apa yang dinominasikan, sebab saran datang dari orang-orang seluruh dunia.

Baca Juga: Perseteruan Jokowi Vs PDI Perjuangan dan Hasto, Menganggu Kinerja Presiden Prabowo? Connie Bakrie: Nggak Kasihan...

Dalam keterangan resminya, OCCRP menjelaskan bahwa nominasi datang dari pembaca, jurnalis, juri serta jaringan global OCCRP.

Mereka juga mengakui bahwa pihaknya tak memiliki bukti bahwa Jokowi terlibat dalam korupsi untuk kepentingan pribadi selama ia menjabat sebagai presiden.

Halaman:

Tags

Terkini