"Jokowi nggak diundang? Acara reuni UGM nggak datang padahal katanya alumni, terus sekarang reunian mantan Gubernur Jakarta juga nggak datang, tapi kalo launching cafe medsioker kok malah dibela-belain dateng," tulis akun @alpainee.
Baca Juga: Moncer! Ini 2 Bisnis Veronica Tan, Mantan Istri Ahok yang Jadi Calon Menteri Prabowo Subianto
Sindiran juga mengarah pada hubungan Jokowi dengan PDIP yang kini makin "panas". Terutama dengan munculnya Anies dan Ahok yang makin akrab hingga disebut-sebut bikin "emosi" Jokowi.
"Jangan kasih tahu Jokowi kalau Ahok dan Anies sekarang sering ketemuan. Khawatir Si Mulyono makin emosi sama PDIP," imbuh akun @embah722.
Ada pula netizen yang menyebut Jokowi sedang sibuk menghadiri acara lain, dan memberikan sindiran sarkas.
Terlebih, baru-baru ini Presiden ke-7 RI itu masuk dalam kategori salah satu tokoh terkorup di dunia versi OCCRP.
"Yang tanya kenapa Jokowi alias Pak Mulyono ke mana, dia nggak hadir lagi banyak acara, apalagi barusan dapet penghargaan internasional soal korupsi," sindir akun @HAqiHAsann.
"Jokowi mana mau dia hadir acara beginian. Udah kelas dunia sekarang bukan gubernur lagi, dapat prestasinya sampe dapet 'penghargaan' OCCRP pula. Kado tahun baru membanggakan," imbuh akun @faveibnuuu.
Sentimen terhadap Jokowi kian tajam setelah namanya masuk daftar pemimpin terkorup dunia versi Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP).
Selain Jokowi, beberapa tokoh dunia lainnya masuk dalam nominasi ini di antaranya, Presiden Kenya, William Ruto, Presiden Nigeria Bola Ahmed Tinubu dan Perdana Mentri Bangladesh Sheikh Hasina hingga Gautam Adani, pengusaha asal India.
Terlepas dari komentar netizen yang bernada sarkasme, momen keakraban Anies dan Ahok yang menjadi sorotan seakan menggambarkan kerinduan publik akan figur yang diharapkan membawa perubahan positif bagi Indonesia, khususnya Jakarta.
Ketidakhadiran Jokowi menjadi simbol kekecewaan sebagian masyarakat terhadap kepemimpinannya, terutama setelah isu korupsi mencuat.
Sebaliknya, keakraban Anies dan Ahok memunculkan harapan baru dalam dunia politik Indonesia.
Publik kini menantikan "kejutan" yang dijanjikan kedua tokoh tersebut di tahun 2025, sembari terus memantau langkah kerja pemerintah di masa mendatang.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!