SketsaNusantara.id - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) belum lama ini mengungkap rencana untuk memanggil sosok Dokter Detektif atau Doktif.
Doktif sendiri dikenal luas sebagai sosok influencer yang viral di media sosial usai kerap membongkar overclaim atau klaim berlebihan dari sejumlah produk skincare.
Sebagaimana diketahui, pernyataan overclaim influencer asal Surabaya terhadap sejumlah produk skincare itu sempat membuat geger publik di media sosial.
Pemanggilan Doktif ini menjadi salah satu langkah untuk meredam keresahan publik pada konten-konten menguak kandungan skincare yang ramai di media sosial.
Soal ini, Kepala BPOM Taruna Ikrar mengaku belum mengetahui pasti apa motif dari konten overclaim yang dilakukan Doktif.
"Tapi kelihatannya ada aspek bukan sekadar motif ingin mereview, tapi kemungkinan ada motif di luar itu, apakah itu motif pamoritas, apakah itu motif ekonomi, kami sedang dalami sekarang," kata Taruna Ikrar dikutip SketsaNusantara.id pada Rabu, 1 Januari 2025.
Namun sambung Ikrar, berdasarkan perintah undang-undang, yang diberikan wewenang untuk melakukan pengawasan kosmetik adalah BPOM.
"Tidak pernah ditugaskan yang namanya Dokter Detektif itu. Nah, timbul pertanyaan, apa langkahnya badan POM, pertama tentu kita ingin panggil Dokter Detektif ke badan POM, untuk menanyakan motif yang kita tidak tahu apa motifnya," sambung Ikrar.
Bukan hanya Doktif, BPOM pun berencana memanggil influencer-influencer kecantikan lainnya di awal Januari tahun ini.
Di lain sisi, Ikrar pun menegaskan, BPOM tidak merasa tersaingi dengan adanya Doktif maupun influencer kecantikan lainnya yang kerap membongkar kandungan-kandungan berbahaya pada skincare.
"Badan POM tidak pernah merasa mendapat saingan," tuturnya.