3. Tidak Selalu Berplat Merah
Mirisnya lagi, tidak semua mobil dinas itu berplat merah, yakni jenis plat yang menjadi penanda hanya untuk dipakai urusan pemerintahan.
Hal itu memungkinkan mobil tersebut bisa dipakai untuk keperluan pribadi alias non-dinas seperti jalan-jalan atau liburan.
"Dan yang lebih enak lagi mobil dinas ini tidak selalu berplat merah, karena pejabat Eselon I ke atas itu punya plat khusus, itu namanya RFS. Kalau ada RFO, ada RFH, di bawahnya itu biasanya pejabat Eselon I ke bawah. Dan platnya hitam, dan bisa digunakan untuk bertamasya," kata Ferry.
4. Biaya Pengadaan Hampir 20 M
Berdasarkan riset, Ferry menemukan angka yang sangat fantastis untuk sewa mobil dinas bagi para pejabat publik di Indonesia.
"Setneg harus mengeluarkan biaya hampir 20 M, tepatnya sekitar Rp19,2 M dalam penyewaan mobil dinas. Dan semua kemewahan ini bisa dinikmati tanpa harus mereka tanggung pajaknya berapa," ucap Ferry.
Itulah enaknya jadi pejabat di Indonesia, dengan penghasilan yang sangat tinggi, beban-bebannya ditanggung negara.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!