Pertama, aktivitas tektonik, dimana kedua gunung terletak di zona subduksi, di mana lempeng tektonik saling bertemu. Aktivitas tectonic ini dapat menyebabkan peningkatan tekanan di dalam magma.
Kedua, sistem magma terhubung, yakni adanya kemungkinan bahwa kedua gunung memiliki sistem magma yang saling terhubung. Jika satu gunung mengalami peningkatan tekanan magma sehingga dapat mempengaruhi gunung lainnya.
Ketiga, faktor lingkungan, dimana kondisi cuaca dan lingkungan sekitar, seperti hujan atau perubahan suhu, dapat mempengaruhi kestabilan gunung berapi dan memicu erupsi.
Empat, Siklus Erupsi yakni gunung berapi sering memiliki siklus erupsi yang tidak teratur. Jika satu gunung memasuki fase aktif, gunung lainnya mungkin juga mengikuti pola serupa.
Itulah beberapa faktor yang menyebabkan gunung berapi aktif dan alami erupsi yang terjadi hampir bersamaan. Hal ini menunjukkan kompleksitas sistem vulkanik dan pentingnya pemantauan untuk memahami perilaku gunung berapi.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!