SketsaNusantara.id - Baru-baru ini, media sosial dihebohkan dengan sebuah video yang memperlihatkan dugaan pungutan liar (pungli) yang dilakukan oleh pihak sekolah dalam pelaksanaan program makan bergizi gratis.
Sebagaimana diketahui, program makan bergizi gratis merupakan program pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Video ini seketika viral dan jadi sorotan publik bahkan menuai reaksi keras dari Partai Gerindra karena menunjukkan adanya biaya tambahan yang dibebankan kepada orang tua siswa, padahal program makan gratis diberikan tanpa dipungut biaya.
Baca Juga: Beredar Pesan Terakhir DR, Mahasiswa UNEJ yang Loncat dari Lantai 7 Gedung C-RiSSH
Dalam video yang diunggah oleh akun TikTok @ahmad.lehan6, terlihat suasana rapat antara pihak sekolah dan wali murid yang berlangsung di sebuah ruangan.
Meski lokasi sekolah belum diketahui secara pasti, diskusi dalam rapat itu membahas kewajiban membeli tempat makan sebagai bagian dari program makan siang gratis.
Pihak sekolah mengharuskan setiap siswa membeli dua tempat makan dengan harga Rp30 ribu per unit. Dengan demikian, total yang harus dibayar oleh orang tua siswa sebesar Rp60 ribu tiap anak.
Baca Juga: Viral Jualan Ikan Cupang, Pak Tarno Ternyata Pernah Punya Rumah dan Bisnis Bernilai Miliaran
"Lagi rapat di sekolah. Acara rapat makan gratis, tapi tempat makannya harus beli di sekolah harganya 1 ompreng 30 ribu. Harus beli 2, jadi kalau ada 2 anak harus beli 2 bos," tulis akun @ahmad.lehan6 dikutip SketsaNusantara.id dari postingan yang diunggah Jumat, 20 Desember 2024.
Video ini menuai berbagai tanggapan dari netizen. Banyak warganet yang mempertanyakan tindakan pihak sekolah yang menjadikan "bisnis" dengan meminta orang tua membayar fasilitas tambahan dalam program yang seharusnya bersifat gratis.
"Bisnis baru sekolahan nih, makanannya gratis tapi tempatnya harus bayar, konsepnya gimana??" komentar akun @ali.lilian.
"Video lengkapnya mana, pak? diunggah pernyataan lengkapnya biar jelas, jangan menggiring opini publik yang memperburuk citra sekolah tersebut," imbuh akun @darakhoiruniss4.