SketsaNusantara.id - Setiap tanggal 22 Desember, Indonesia memperingati Hari Ibu sebagai bentuk penghargaan terhadap peran ibu dalam keluarga dan masyarakat.
Peringatan ini tidak hanya menjadi momen untuk merayakan jasa seorang ibu, tetapi juga sebagai pengingat akan pentingnya kedudukan perempuan dalam pembangunan bangsa.
Lantas, bagaimana sejarah perayaan Hari Ibu? Benarkah perayaan Hari Ibu awalnya ditetapkan sebagai hari libur nasional?
Hari Ibu di Indonesia memiliki sejarah yang berbeda dengan Hari Ibu Internasional yang diperingati pada minggu kedua di bulan Mei.
Dilansir SketsaNusantara.id dari laman Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) diketahui sejarah Hari Ibu di Indonesia berawal dari Kongres Perempuan Indonesia yang diselenggarakan 96 tahun lalu.
Hari Ibu Nasional di Indonesia dimulai dari pertemuan penting yakni Kongres Perempuan Indonesia I yang diselenggarakan pada tanggal 22-25 Desember 1928 di Yogyakarta.
Kongres ini dihadiri oleh sekitar 1.000 orang dari 30 organisasi perempuan di seluruh Indonesia yang berjuang untuk kesetaraan hak, pendidikan, dan hak suara politik bagi perempuan.
Digagas oleh 7 organisasi perempuan, Kongres Perempuan Indonesia I ini juga dihadiri oleh perwakilan dari berbagai organisasi laki-laki seperti Budi Utomo maupun Muhammadiyah.
Pada kongres ini, para perempuan Indonesia memproklamirkan pentingnya peran perempuan dan juga seorang ibu dalam memperjuangkan kemajuan bangsa Indonesia.
Untuk menghormati jasa para ibu dan perjuangan para tokoh perempuan di Indonesia, hari pertama Kongres Perempuan Indonesia kemudian ditetapkan sebagai Hari Ibu yang diperingati setiap tanggal 22 Desember.
Sempat muncul pertanyaan apakah Hari Ibu termasuk Hari Libur Nasional?