SketsaNusantara.id - Spanduk bermuatan provokasi muncul di sejumlah titik di Tol Bogor Outer Ring Road (BORR) dan beberapa lokasi lainnya yang menyudutkan PDI Perjuangan.
Salah satu isi dari spanduk tersebut, menyerang Megawati Soekarnoputri yang bertuliskan 'Megawati Ketum Ilegal'.
Dalam spanduk tersebut juga bertuliskan, jika Megawati telah melanggar AD/ART pasal 70 ayat 1 Kongres merupakan kekuasaan tertinggi dalam partai.
Kemudian juga terdapat tulisan, bahwa Megawati telah melanggar UU no 2 tahun 2011 tentang partai politik dan melantik dirinya sendiri sejak Juli 2024 tanpa proses kongres.
Munculnya spanduk-spanduk yang diduga provokasi ini dikarenakan PDI Perjuangan akan melaksanakan proses kongres partai pada tahun 2025 mendatang.
Ketua DPP PDI Perjuangan Deddy Yevri Sitorus mengatakan, dari berbagai kondisi yang muncul ini terindikasi bahwa ada oknum yang ingin menyerang PDIP.
"Ada pesan dari Ibu Ketua Umum Megawati, bahwa dilihat dari berbagai indikasi yang muncul. Kami melihat adanya anomali terkait hal ini," ungkapnya saat konferensi pers di Kantor DPP PDI P, sebagaimana dikutip SketsaNusantara.id pada Minggu, 22 Desember 2024.
Serangan spanduk provokatif ini menurut Deddy Sitorus, ada upaya menyerang kewibawaan dan kehormatan partai melalui legalitas.
"Jadi terlihat di berbagai tempat ini bertebaran spanduk yang menyerang kewibawaan partai, khususnya mempertanyakan legalitas partai," terangnya.
Maka dengan kondisi yang terjadi, pihaknya menyerukan kepada seluruh jajaran untuk siap melawan gerakan tersebut.
"Menjelang kongres ini ada upaya sistematis yang akan menyerang PDI Perjuangan, dan Ibu Ketum menyerukan untuk setiap jajaran siap siaga melawan segala bentuk upaya yang ingin mengacak-acak PDI Perjuangan," tegasnya.