SketsaNusantara.id - Nama Joko Widodo (Jokowi) masih jadi sorotan publik meskipun sudah tidak menjabat sebagai presiden RI ke-7.
Apalagi, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) belakangan ini menyatakan permintaan maaf terkait naiknya mantan kadernya di dunia politik.
Permintaan maaf tersebut disampaikan langsung oleh salah satu elite partai, Deddy Yevry Sitorus, dalam video kanal Youtube Akbar Faizal Uncensored, Kamis 19 Desember 2024.
Ketua DPP PDIP tersebut menyatakan bahwa kehadiran Jokowi di panggung politik merupakan dosa partainya.
"Mohon maaflah Jokowi hadir dalam panggung politik dosa kita," ujarnya, dikutip SketsaNusantara.id.
Namun, ia juga menegaskan bahwa semua tindakan Jokowi yang dinilai telah merusak konstitusi bukan tanggung jawab partainya.
Di kesempatan lain, Deddy juga menegaskan sejumlah pernyataan terkait permintaan maaf partainya atas pengangkatan mantan Wali Kota Solo itu menjadi sosok di panggung politik nasional.
Setidaknya, ada 4 pernyataan penting yang disampaikan saat berada di Kantor DPP PDIP di Jakarta, pada Jumat 20 Desember 2024.
1. Pengakuan Bahwa Jokowi Lahir dari PDIP
Semenjak menjadi Wali Kota Solo, lalu diangkat sebagai Gubernur DKI Jakarta, ia mengakui ada andil dari PDIP.
"Bagaimanapun, Jokowi itu lahir dari rahim PDI Perjuangan," ujar Deddy.