SketsaNusantara.id - Perseteruan mantan presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Megawati Soekarnoputri diprediksi bakal menimbulkan berbagai macam friksi, yang akan terjadi di publik.
Prediksi ini dilihat secara langsung oleh pengamat politik Rocky Gerung, yang menilai sudah munculnya proses kriminalisasi kepada petinggi PDI Perjuangan.
"Memang bumbu sensasi mulai dilepaskan oleh lawan politik Megawati, soal skandal terutama menyangkut isu perempuan itu," terangnya saat dikutip SketsaNusantara.id dari YouTube Rocky Gerung Official.
Publik telah melihat, terkait petinggi PDI Perjuangan yang diarahkan pada isu perempuan sudah mulai bermunculan.
"Sekali lagi sensasi ini diajukan lebih awal untuk demoralisasi, jadi seolah-olah publik diberikan kata pengantar bahwa orang-orang PDIP ini begini kelakukannya, jadi kalau dikriminalkan udah nasibnya," imbuhnya.
Rocky melihat, isu yang muncul ini sebagai 2 hal yang harus dipisahkan, lantaran ukuran mengkriminalkan seseorang harus memiliki bukti.
"Jadi untuk mengkriminalkan seseorang dasarnya bukti, fakta, bukan sekedar merusak nama orang apapun akibatnya. Ini jadi pengetahuan bagi kita, bahwa lawan politik menggerogoti secara personal," tegasnya.
Sikap-sikap yang muncul ini menurut Rocky, sebagai sinyal perseteruan antara Megawati dan kekuasaan Jokowi yang berupaya merusak PDI Perjuangan masih berlanjut.
"Sikap ini harus dipandang bahwa kegagalan Jokowi untuk menanamkan nilai keadilan dan kejujuran, karena munculnya kriminalisasi dan satu dua bulan ini isu Harun Masiku diangkat habis-habisan untuk melemahkan PDIP," jelasnya.
Rocky membandingkan moral antara Megawati dan Jokowi, bahwa PDI Perjuangan lebih memiliki moral standing yang tinggi.
"PDIP punya moral standing yang kuat, sementara Jokowi melanggar konstitusi dengan mendorong pekerjaan manipulatif di MK dan ini jelas pelanggaran etis," tuturnya.