news

Gibran Disebut Miskin Literasi Usai Berikan Sambutan di Acara Fatayat NU 2024, Maklum Produk Luar Negeri

Selasa, 17 Desember 2024 | 06:15 WIB
Gibran kembali kena sentil miskin literasi gara-gara salah gunakan kata 'para' (Instagram/setwapres.ri)

SketsaNusantara.id - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali menuai sorotan publik usai memberikan pidato sambutan di acara Fatayat NU.

Gibran disebut miskin literasi dan tidak paham menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Selain itu, publik juga menyayangkan sekelas Wakil Presiden yang sering memberikan sambutan hendaknya sudah lulus dengan hal 'remeh' seperti itu.

Baca Juga: Viral, Warga Kolaka Heboh Melihat Sosok Bayangan Misterius Melayang Disinari Matahari, Fenomena Aneh Terekam Kamera Ternyata Cuma Fatamorgana?

Bukan hanya itu, imbas dari sambutannya tersebut Gibran juga disebut sebagai 'bocaha karbitan'.

Kini pidato kakak Kaesang itu viral di berbagai akun X salah satunya @narkosun, dalam potongan video tersebut terlihat putra Joko Widodo itu menggunakan peci hitam dan baju batik.

"Yang saya hormati tokoh-tokoh, para para tokoh agama, para para kyai, para-para ibu nyai, yang hadir pada pagi hari ini," ucap Gibran dalam sambutannya.

Penggunaan kata 'para' dalam sambutan ayah dua anak ini dinilai kurang tepat, sebab 'para' sendiri sudah menunjukkan jamak.

Baca Juga: Didekati Azka Corbuzier, Inilah 4 Fakta Latar Belakang Keluarga Eca Aura yang Kabarnya Berasal dari Kalangan Crazy Rich

Merujuk pada kamu KBBI sendiri, kata 'para' dapat diartikan sebagai kata penyerta yang menyatakan pengacuan ke kelompok atau berarti jamak.

"Para-para... para itu sudah jamak mas. Gak perlu diulang-ulang gitu," tulis akun @narkosun dikutip SketsaNusantara.id pada Selasa (17/12/2024).

Video pidato Mas Wapres itu langsung menyita perhatian netizen.

Tidak sedikit yang mempertanyakan kemampuan Bahasa Indonesia Wakil Presiden Indonesia ini, namun ada juga warganet yang maklum pasalnya sang Wapres sering dibanggakan sebagai lulusan luar negeri.

"Lulusan luar negeri ini, wajar tidak dapat pelajaran bahasa Indonesia," @Amak2xxx.

Halaman:

Tags

Terkini